
Prodi PGSD Universitas Alma Ata
Yogyakarta — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Alma Ata (UAA) menggelar kegiatan Sapa Maba dan Sikrab pada Sabtu, 26 September 2026, di Desa Wisata Plosokuning. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru PGSD angkatan 2026 sekaligus menjadi ruang bagi seluruh peserta untuk saling menyapa, berkenalan, dan menciptakan cerita baru bersama.
Kegiatan ini mengusung tema “Merangkai Sapa, Menyatukan Cerita”. Tema tersebut menggambarkan harapan agar setiap sapa yang terucap pada hari pertama pertemuan dapat menjadi awal terjalinnya kebersamaan antara mahasiswa baru, kakak tingkat, dan dosen. Dari sapa yang sederhana, diharapkan lahir hubungan yang akrab dan saling mendukung selama menjalani perkuliahan di Program Studi PGSD.
Pemilihan Desa Wisata Plosokuning sebagai lokasi kegiatan memberikan suasana yang berbeda dari lingkungan kampus. Suasana desa yang asri dan terbuka membuat peserta lebih leluasa berinteraksi. Mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan prodi, tetapi juga mengenal teman seangkatan dan kakak tingkat dalam suasana yang santai dan hangat.
Melalui Sapa Maba, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan Program Studi PGSD, mulai dari teman seangkatan, kakak tingkat, hingga dosen. Sementara itu, Sikrab menjadi wadah untuk mempererat keakraban melalui berbagai kegiatan kebersamaan. Dengan rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan merasa diterima dan lebih percaya diri saat memulai perjalanan sebagai calon guru sekolah dasar.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mahasiswa baru saling berkenalan, berbagi cerita, dan bekerja sama dalam kegiatan kelompok. Interaksi yang terjalin membantu mengurangi rasa canggung sehingga suasana menjadi lebih cair dan menyenangkan. Kakak tingkat juga turut mendampingi dan berbagi pengalaman agar mahasiswa baru lebih siap menjalani kehidupan perkuliahan.
Ketua Program Studi (Kaprodi) PGSD Universitas Alma Ata, Dr. Endi Rochaendi, M.Pd., menyampaikan harapannya agar Sapa Maba dan Sikrab dapat menjadi ruang untuk mempererat keakraban dan menjalin silaturahmi antara mahasiswa baru, kakak tingkat, dan dosen.
“Melalui Sapa Maba dan Sikrab ini, kami berharap mahasiswa baru bisa lebih cepat akrab dengan teman seangkatan, kakak tingkat, maupun dosen. Silaturahmi yang terjalin sejak awal akan membuat suasana belajar di PGSD terasa lebih hangat dan saling mendukung,” kata Dr. Endi Rochaendi, M.Pd.
Kegiatan penyambutan seperti ini sejalan dengan temuan penelitian di bidang pendidikan tinggi. Astin (1999) menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan dan interaksi di lingkungan kampus berkontribusi pada perkembangan belajar mereka. Tinto (1993) juga menekankan bahwa integrasi sosial dengan teman sebaya dan dosen membantu mahasiswa bertahan dalam studinya. Selain itu, Walton dan Cohen (2007) menunjukkan bahwa rasa memiliki (sense of belonging) di lingkungan akademik berkaitan dengan motivasi dan capaian akademik mahasiswa. Dengan demikian, Sapa Maba dan Sikrab bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi keberhasilan mahasiswa baru.
Bagi calon guru, kemampuan membangun hubungan yang baik dengan orang lain merupakan bekal yang sangat penting. Guru dituntut mampu berkomunikasi, bekerja sama, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi peserta didik. Kegiatan seperti Sapa Maba dan Sikrab menjadi latihan awal bagi mahasiswa untuk menumbuhkan sikap ramah, terbuka, dan peduli terhadap sesama.
Kegiatan Sapa Maba dan Sikrab berjalan lancar dan meninggalkan kesan yang baik bagi para peserta. Kebersamaan yang terbangun hari itu menjadi modal awal bagi mahasiswa PGSD angkatan 2026 untuk saling mendukung dalam proses belajar. Diharapkan keakraban ini terus terjaga hingga mereka menjadi calon guru yang kompak, berkarakter, dan siap mengabdi di dunia pendidikan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Program Studi PGSD UAA berharap seluruh mahasiswa baru dapat merasakan bahwa mereka menjadi bagian dari keluarga besar PGSD. Sapa yang dirangkai pada hari itu diharapkan menjadi awal dari banyak cerita baru yang akan ditulis bersama selama masa perkuliahan.
Referensi:
Astin, A. W. (1999). Student involvement: A developmental theory for higher education. Journal of College Student Development, 40(5), 518–529.
Tinto, V. (1993). Leaving college: Rethinking the causes and cures of student attrition (2nd ed.). University of Chicago Press.
Walton, G. M., & Cohen, G. L. (2007). A question of belonging: Race, social fit, and achievement. Journal of Personality and Social Psychology, 92(1), 82–96.
Kata Kunci: PGSD UAA, Universitas Alma Ata, Sapa Maba, Sikrab, mahasiswa baru 2026, Desa Wisata Plosokuning, Merangkai Sapa Menyatukan Cerita, keakraban, calon guru, kebersamaan, keterlibatan mahasiswa, sense of belonging.
Author: Aulia Az-Zahra & Siti Uswatun Khasanah