Kendala yang paling sering dihadapi oleh guru dalam menerapkan kurikulum

2013

Pemilihan model pembelajaran. Hal ini dikarenakan pada saat mengajar

guru harus menyesuaikan dengan pembalajaran tematik yang diajarkan. Sebagaimana

diketahui bahwa pembelajaran tematik terdiri atas tiga atau empat pelajaran yang

dihubungkan satu sama lain. Guru di SD Negeri 2 Banda Aceh mengalami kesulitan

dalam menyesuaikan model pembelajaran yang tepat. Sebagaimana diketahui,

pembelajaran pada kurikulum 2013 terdiri atas beberapa mata pelajaran berbeda.

Pada saat mengajar guru diharuskan untuk menerapkan model pembelajaran yang

sama untuk mengajarkan pelajaran berbeda seperti matematika, IPA, IPS maupun

pelajaran lainnya. Hal inilah yang menimbulkan permasalahan bagi guru. Sehingga,

guru tidak konsisten dalam menerapkan model pembelajaran.

Tujuan kurikulum 2013

 Sebagaimana yang tercakup dalam Kompetisi Inti (

KI ) dan Kompetensi Dasar ( KD ), bahkan silabus dan buku, telah dipriskripsikan

secara terpusat. Henny Supolo Sitepu (Mohammad Nuh, 2013: 192-198) kurikulum

2013 ini memusatkan pada pengembangan karakter siswa. Standar Kompetensi

Lulusan (SKL) kurikulum 2013 menyebutkan 3 kelompok sikap yang diharapkan

dimiliki lulusan, yaitu sifat individu, sikap sosial, dan sikap alam. Terminologi

“akhlak mulia” yang tercantum di pasal 3 UU No 20/2003 tujuan system pendidikan

nasional dijabarkan dalam SKL sebagai sikap individu yaitu jujur, disiplin, tanggung

jawab, peduli dan santun. Kemudian sikap sosial yaitu memiliki toleransi, gotong

royong, kerjasama dan musyawarah. Sedangkan sikap alam mencakup pola hidup

sehat, ramah lingkungan, patriotic dan cinta perdamaian.

Project based learning memiliki potensi yang memberikan pengalaman

belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa (Gear, 1998). Sedangkan

menurut Buck Institute For Education (1999), belajar berbasis proyek PJBL

memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Siswa mengambil keputusan sendiri dalam kerangka kerja yang telah

ditentukan bersama sebelumnya.

2. Siswa berusaha memecahkan sebuah masalah atau tantangan yang tidak

memiliki satu jawaban pasti.

3. Siswa ikut merancang proses yang akan ditempuh dalam mencari solusi.

4. Siswa didorong untuk berpikir kriti, memecahkan masalah, berkolaborasi,

serta mecoba berbagai macam bentuk komunikasi.

5. Siswa bertanggung jawab mencari dan mengolah sendiri informasi yang

mereka kumpulkan.

6. Pakar- pakar dalam bidang yang berkaitan dengan proyek dan dijalankan

sering diundang menjadi guru tamu dan sesi- sesi tertentu untuk memberi

pencerahan bagi siswa.

7. Evaluasi dilakukan secara terus- menerus selama proyek berlangsung.

8. Secara secara regular merefleksikan dan merenungkan apa yang telah

mereka lakukan baik proses maupun hasilnya.

9. Produk akhir dari proyek dipresentasikan di depan umum dan dievaluasi

kualitasnya.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan hasil dari penelitian

adalah Semua guru (10 orang guru) guru menghadapi berbagai kendala dalam

menerapkan model pembelajaran pada pembelajaran tematik berdasarkan kurikulum

2013. Hasil observasi terhadap aktivitas guru dan siswa menunjukkan bahwa

terdapat beberapa kegiatan yang belum maksimal dilakukan oleh guru diantaranya

dalam perancangan pelaksanaan pembelajaran guru kurang memahami dan

mengingat langkah- langkah pembelajaran sesuai sintak yang ada pada model

pembelajaran. Sehingga guru kurang mampu dalam menstimulus siswa untuk

menemukan sendiri masalah yang ada pada materi pembelajaran, dalam pengawasan

kelas guru kurang mampu mengarahkan siswa yang kurang pintar untuk terlibat aktif

dengan bekerjasama dalam kelompok, terkendala dalam menyediakan alat dan bahan

jika diperlukan dalam melakukan proyek. Hasil wawancara menunjukkan bahwa

guru menyatakan kendala yang dihadapi guru adalah guru kurang menyiasati waktu

yang tersedia, guru kurang mampu dalam menguasai teknologi, pengelolaan dan

pengawasan kelas yang tidak dapat berjalan dengan maksimal dan ketidakaktifannya

siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga, proses penerapan model pembelajaran

tidak dapat berjalan dengan maksimal.

Keywords : Kendala kurikulum 2013 , cara memahamkan siswa , Motivasi belajar , pembelajaran siang, Prodi PGSD

Penulis : An – Nisa Apriani dan Maisi Salma Fadzilah

Sumber gambar : https://chatgpt.com/s/m_69e17176ebe881919694b83cfe354061

Sumber referensi : Friani, I. F., Sulaiman, & Mislinawati. (2017). Kendala guru dalam menerapkan model pembelajaran pada pembelajaran tematik berdasarkan Kurikulum 2013 di SD Negeri 2 Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 88–97.