
Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menjadi salah satu tren terbesar dalam dunia pendidikan saat ini. Di Indonesia, pemerintah mulai mengintegrasikan pembelajaran coding dan AI ke dalam kurikulum sekolah, bahkan sudah dikenalkan sejak jenjang sekolah dasar.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan dasar, tetapi juga pada kesiapan menghadapi era digital. Oleh karena itu, program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memiliki peran penting dalam menyiapkan calon guru yang mampu menghadapi perubahan tersebut.
Integrasi AI dalam pendidikan membawa perubahan besar dalam cara belajar dan mengajar.
Teknologi ini memungkinkan pembelajaran menjadi lebih interaktif, personal, dan efisien. Misalnya, AI dapat membantu siswa memahami materi melalui penjelasan otomatis, latihan soal adaptif, serta analisis kemampuan belajar siswa.
Dalam Kurikulum Merdeka yang mulai diperkuat pada tahun 2026, pembelajaran tidak lagi berorientasi pada hafalan, tetapi pada pemahaman mendalam (deep learning) serta penguasaan teknologi seperti coding dan AI. Hal ini menuntut guru, khususnya lulusan PGSD, untuk memiliki kompetensi digital yang baik.
Mahasiswa PGSD perlu dibekali kemampuan:
- Menggunakan teknologi AI sebagai media pembelajaran
- Mendesain pembelajaran berbasis digital
- Mengembangkan kreativitas siswa melalui teknologi
Namun, penggunaan AI juga memiliki tantangan. Salah satunya adalah risiko ketergantungan siswa terhadap teknologi, yang dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis jika tidak digunakan dengan bijak. Selain itu, keterbatasan fasilitas di beberapa daerah juga dapat menyebabkan ketimpangan akses pendidikan digital.
Di sisi lain, AI juga membuka peluang besar dalam pendidikan. Teknologi ini dapat membantu guru dalam menyusun materi, mengevaluasi pembelajaran, serta memberikan pembelajaran yang lebih personal sesuai kebutuhan siswa.
Peran PGSD di Era AI
Dalam menghadapi tren ini, PGSD memiliki peran strategis, yaitu:
- Menyiapkan calon guru yang melek teknologi
- Mengembangkan pembelajaran inovatif berbasis digital
- Menanamkan etika penggunaan teknologi pada siswa
- Mengurangi kesenjangan pendidikan melalui kreativitas guru
Kesimpulan
Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan merupakan tren yang tidak dapat dihindari. Bagi PGSD, hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mencetak guru yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi era digital. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan bijak, pendidikan dasar di Indonesia dapat menjadi lebih efektif, relevan, dan berkualitas.
Kata Kunci:PGSD, Kecerdasan Buatan (AI), Pembelajaran Digital, Kurikulum Merdeka, Coding di Sekolah Dasar, Inovasi Pembelajaran, Kompetensi Guru, Teknologi Pendidikan, Literasi Digital, Pendidikan Abad 21
Autor:An-Nisa Apriani S.Pd, M.Pd. dan Rindi Widiarti
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Pembelajaran dan Asesmen. Jakarta: Kemendikbudristek.
Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning. Boston: Center for Curriculum Redesign.