
Pentingnya Literasi dan Numerasi
Literasi dan numerasi merupakan kompetensi fundamental yang harus dimiliki siswa sekolah dasar sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami, menafsirkan, serta mengevaluasi informasi secara kritis. Numerasi mencakup kemampuan menggunakan konsep dan prosedur matematika untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.
Penguatan kedua kompetensi ini menjadi prioritas dalam kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik. Pada tahap sekolah dasar, kemampuan literasi dan numerasi yang kuat akan membantu siswa mengembangkan pola pikir logis, kritis, serta sistematis dalam memahami berbagai konsep pembelajaran.
Strategi Optimalisasi Literasi dan Numerasi
Optimalisasi literasi dan numerasi dalam pembelajaran tematik memerlukan strategi yang terencana dan berkelanjutan. Guru perlu menyusun modul ajar dengan memasukkan indikator literasi dan numerasi secara eksplisit dalam setiap tema. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang variatif seperti teks bacaan kontekstual, grafik, tabel, diagram, serta benda konkret dapat membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam.
Strategi pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan pemecahan masalah kontekstual juga penting untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif siswa. Asesmen yang digunakan hendaknya bersifat autentik, menilai proses berpikir, kemampuan analisis, serta keterampilan siswa dalam menerapkan konsep yang telah dipelajari.
Implementasi dalam Pembelajaran Tematik
Dalam praktiknya, pembelajaran tematik memungkinkan integrasi literasi dan numerasi secara alami. Misalnya, pada tema “Kegiatan Ekonomi”, siswa membaca teks tentang aktivitas jual beli di pasar (literasi), kemudian melakukan simulasi menghitung total harga barang atau menyusun laporan sederhana dalam bentuk tabel (numerasi).
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memahami isi bacaan, tetapi juga mampu mengolah informasi dalam bentuk angka dan data. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, serta relevan dengan kehidupan sehari-hari sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa.
Peran PGSD Terbaik dan Prodi PGSD
Keberhasilan implementasi literasi dan numerasi sangat dipengaruhi oleh kualitas guru. Oleh karena itu, PGSD terbaik dan prodi PGSD memiliki peran strategis dalam menyiapkan calon pendidik profesional. Prodi PGSD yang unggul membekali mahasiswa dengan kompetensi pedagogik, keterampilan merancang pembelajaran inovatif, serta kemampuan mengintegrasikan literasi dan numerasi dalam pembelajaran tematik.
Melalui praktik pengalaman lapangan dan refleksi pembelajaran, calon guru dilatih untuk menciptakan suasana kelas yang aktif, kreatif, dan kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Dampak terhadap Kompetensi Siswa
Optimalisasi literasi dan numerasi berdampak pada meningkatnya kemampuan membaca pemahaman, berpikir logis, serta keterampilan memecahkan masalah secara sistematis. Siswa menjadi lebih percaya diri, mandiri, dan mampu mengaitkan konsep pembelajaran dengan situasi nyata.
Kesimpulan
Optimalisasi implementasi literasi dan numerasi dalam pembelajaran tematik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah dasar. Dukungan kebijakan, profesionalisme guru, serta kontribusi PGSD terbaik dan prodi PGSD menjadi faktor kunci dalam membangun budaya literasi dan numerasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Kata kunci: literasi, numerasi, pembelajaran tematik, kompetensi siswa, PGSD terbaik, prodi PGSD.
Author: An-Nisa Apriani, M.Pd. dan Tri Permata Sari
Referensi Gambar: https://share.google/i7EfrDcROQG53diXl
Referensi Artikel: https://share.google/ecPtPwy0wTjG0FsVu