Pendahuluan

Pendidikan Sekolah Dasar di Indonesia menghadapi tantangan baru di era digital, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik sekaligus membentuk karakter yang kuat. Transformasi pendidikan menuntut adanya inovasi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan keterampilan abad ke-21.

Kebaruan artikel ini terletak pada gagasan model pembelajaran literasi adaptif berbasis karakter yang menggabungkan pendekatan diferensiasi, penguatan nilai moral, serta pemanfaatan teknologi secara selektif sesuai tahap perkembangan operasional konkret anak usia SD.

Konsep Literasi Adaptif Berbasis Karakter

Literasi adaptif merupakan pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan strategi, metode, dan media dengan kebutuhan, minat, serta kemampuan peserta didik. Dalam konteks Sekolah Dasar, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Integrasi pendidikan karakter dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, serta refleksi nilai dalam setiap aktivitas literasi. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu mengambil nilai moral yang terkandung di dalamnya.

Implementasi Model Pembelajaran

Model ini diterapkan melalui tiga tahapan utama:

  1. Diferensiasi Pembelajaran
    Guru menyesuaikan materi dan aktivitas sesuai kemampuan siswa, baik melalui kelompok kecil, proyek sederhana, maupun media visual interaktif.
  2. Integrasi Nilai Karakter
    Setiap kegiatan literasi dikaitkan dengan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kejujuran melalui diskusi reflektif.
  3. Pemanfaatan Teknologi Secara Adaptif
    Teknologi digunakan sebagai alat bantu, seperti video pembelajaran interaktif atau aplikasi membaca digital, dengan tetap memperhatikan durasi dan kesesuaian usia anak.

Pendekatan ini memperkuat keterlibatan siswa dalam proses belajar serta meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam memahami materi.

Keunggulan dan Kebaruan Model

Kebaruan model ini terletak pada integrasi sistematis antara literasi, karakter, dan teknologi dalam satu desain pembelajaran yang adaptif. Selama ini, ketiga aspek tersebut sering diterapkan secara terpisah. Model ini menyatukannya dalam satu kerangka implementasi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Selain itu, model ini menekankan refleksi nilai sebagai bagian dari aktivitas literasi, sehingga pembelajaran tidak hanya menghasilkan peningkatan akademik, tetapi juga perkembangan moral dan sosial peserta didik.

 

Kesimpulan

Model pembelajaran literasi adaptif berbasis karakter di Sekolah Dasar merupakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan era digital. Integrasi literasi, nilai karakter, dan teknologi secara adaptif dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SD. Dengan dukungan guru yang profesional dan lingkungan belajar yang kondusif, model ini berpotensi menghasilkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penulis: An-Nisa Apriani, M.Pd dan Nur Hidayatul Munawwaroh

Sumber gambar: https://share.google/ZSHRQHVoEOEK0npbO

Referensi Jurnal:

  1. Handayani, L., & Setiawan, A. (2023). Penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran literasi di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 145–156.
  2. Pratama, D., & Hidayat, S. (2024). Pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan literasi siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 8(1), 21–33.