Pengertian Kecerdasan Emosional Anak

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan anak dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri serta berinteraksi secara positif dengan orang lain. Daniel Goleman menjelaskan bahwa kecerdasan emosional terdiri dari lima aspek, yaitu kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial (Aini dkk., 2025).

Pada siswa sekolah dasar, kecerdasan emosional terlihat melalui kemampuan mengendalikan diri, fokus belajar, memiliki empati, dan menjalin hubungan baik. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional baik dapat memperhatikan pembelajaran dengan tenang, membantu teman, serta mampu memotivasi dirinya sendiri (Aini dkk., 2025). Hal ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional sejak dini.

Peran Guru dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Guru memegang peran sentral dalam pembentukan kecerdasan emosional siswa. Berdasarkan hasil penelitian, guru berperan dalam lima aspek utama menurut Goleman. Pertama, guru meningkatkan kesadaran diri dengan menciptakan kelas yang nyaman, memberikan pujian, dan melakukan pendekatan personal (Aini dkk., 2025). Kedua, guru membantu pengendalian diri melalui pembiasaan komunikasi positif dan teknik sederhana seperti menarik napas dalam untuk meredakan emosi siswa.Ketiga, guru meningkatkan motivasi dengan memberikan metode pembelajaran yang menarik, dukungan positif, dan tidak menjatuhkan siswa yang kesulitan. Keempat, guru menumbuhkan empati dengan mengajak siswa berdiskusi tentang perasaan orang lain dan berbagi pengalaman. Kelima, guru membangun keterampilan sosial melalui kerja kelompok dan pembiasaan bertanya serta berkomunikasi aktif (Aini dkk., 2025).

Hambatan Guru Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Dasar

Peran guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa ada tiga faktor penghambat utama dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa. Pertama, orang tua, terutama pola asuh yang keras dan kurang perhatian. Kedua, lingkungan, misalnya adanya teman yang mengejek atau situasi keluarga yang tidak kondusif sehingga membuat anak sulit mengelola emosi. Ketiga, faktor dalam diri, seperti rasa malu, kurang percaya diri, dan kesulitan mengekspresikan perasaan (Aini dkk., 2025). Hambatan ini mempengaruhi kemampuan anak dalam memahami dan mengatur emosi mereka

 Strategi yang Digunakan Guru

( Aini dkk, 2025) menjelaskan bahwa Strategi pengembangan kecerdasan emosional yang digunakan guru meliputi:

  1. Keteladanan, yaitu guru menunjukkan contoh sikap sabar dan komunikatif.
  2. Pendekatan personal, seperti menanyakan perasaan siswa dan memberi pujian.
  3. Pengelolaan emosi, termasuk mengajarkan teknik menarik napas dalam saat marah.
  4. Diskusi empati, dengan mengajak siswa memahami perasaan teman.
  5. Kerja kelompok, untuk melatih komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab sosial .

Kesimpulan

Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa melalui strategi pembelajaran yang tepat dan konsisten. Melalui lima aspek utama—kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial—guru membantu siswa berkembang secara emosional dan sosial. Meskipun terdapat hambatan dari orang tua, lingkungan, dan faktor diri sendiri, peran guru tetap menjadi faktor kunci dalam membentuk kecerdasan emosional siswa (Aini dkk., 2025).

Kata Kunci : Kecerdasan emosional, sekolah dasar, prodi PGSD ,prodi PGSd terbaik.

Author : Ibu An-Nisa Apriani, M.Pd,. dan Ninis Retnaningsih

Sumber Artikel : https://doi.org/10.57250/ajup.v5i2.1413

Sumber Gambar : https://share.google/g86HQdy2F9h0J2kXO