Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif di Sekolah Dasar

Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menekankan kerja sama antar siswa dalam kelompok kecil yang heterogen untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Penerapan model ini di sekolah dasar sangat relevan karena karakteristik siswa SD yang cenderung aktif, senang bermain, dan belajar melalui interaksi sosial.

Langkah-Langkah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif

Penerapan model pembelajaran kooperatif di sekolah dasar dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:

  1. Perencanaan pembelajaran ,guru menyusun RPP dengan memilih model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan karakteristik siswa, materi pelajaran, dan kondisi kelas.
  2. Pembentukan kelompok ,siswa  dibagi ke dalam kelompok kecil yang heterogen, baik dari segi kemampuan akademik maupun karakter, agar terjadi saling membantu antaranggota kelompok.
  3. Pelaksanaan pembelajaran , guru menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan materi secara singkat, kemudian memberikan tugas kelompok. Dalam tahap ini siswa aktif berdiskusi, bekerja sama, dan saling bertukar pendapat.
  4. Peran guru sebagai fasilitator, guru tidak mendominasi pembelajaran, melainkan membimbing, mengarahkan, dan memantau aktivitas siswa selama kerja kelompok berlangsung.
  5. Evaluasi dan refleksi ,guru mengevaluasi hasil kerja kelompok maupun individu serta melakukan refleksi bersama siswa terhadap proses pembelajaran yang telah

Dampak Penerapan model pembelajaran kooperatif di SD

Penerapan model pembelajaran kooperatif di sekolah dasar memberikan berbagai dampak positif, antara lain meningkatkan keaktifan dan antusiasme siswa dalam belajar, menumbuhkan motivasi belajar yang berdampak pada peningkatan hasil belajar, serta melatih sikap tanggung jawab dan kerja sama antar siswa. Selain itu, pembelajaran kooperatif juga mengembangkan kemampuan komunikasi, keterampilan sosial, dan kepercayaan diri siswa melalui kegiatan diskusi dan kerja kelompok. Dari sisi guru, model ini mendorong kreativitas dalam merancang serta mengelola pembelajaran agar lebih interaktif dan bermakna.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan dan pembahasan dalam jurnal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model-model pembelajaran kooperatif di sekolah dasar memberikan dampak positif terhadap proses dan kualitas pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan bervariasi sehingga meningkatkan motivasi serta keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Selain berdampak pada siswa, penerapan pembelajaran kooperatif juga berkontribusi dalam meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang inovatif. Melalui pelatihan dan pendampingan, guru menjadi lebih mampu memilih dan menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kondisi kelas. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran kooperatif di sekolah dasar terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta kinerja guru dalam mengajar.

Keyworyds : Model Pembelajaran Kooperatif, Sekolah Dasar, Proses Pembelajaran, Keaktifan Siswa, Hasil Belajar, Prodi PGSD Terbaik.

Penulis : An-Nisa Apriani,M.Pd. dan Maisi Salma Fadzilah

Sumber gambar :https://share.google/images/nhKS2rF5EJhBUKbSR

Sumber referensi : Tamrin, M., & Azkiya, H. (2019). Penerapan model-model pembelajaran kooperatif di sekolah dasar. GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 289–298.