Urgensi Pendidikan Karakter

Perkembagan teknologi dan pengaruh media digital telah menghadirkan tantangan moral bagi anak. Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian anak sejak dini. Sekolah dasar sebagai jenjang awal pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan empati. Nilai-nilai ini menjadi fondasi bagi peserta didik agar mampu bersikap positif di kehidupan sehari-hari.

Pada usia sekolah dasar anak mudah meniru perilaku guru dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pendidikan karakter perlu diterapkan secara sistematis melalui pembelajaran, keteladanan guru, dan budaya sekolah yang mendukung. Oleh karena itu, prodi PGSD Universitas Alma Ata sebagai salah satu prodi PGSD terbaik di Jogja, memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan calon guru yang kompeten dalam keilmuan dalam menerapkan nilai-nilai karakter kepada siswa SD.

Di era digital dan globalisasi, tantangan moral seperti menurunnya sopan santun, rendahnya empati, dan lemahnya tanggung jawab sosial semakin nyata. Kurangnya kontrol lingkungan dan pengaruh pergaulan dapat melemahkan pembentukan karakter.  Hal ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter di sekolah dasar sebagai fondasi emas dalam mencetak generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Manfaat Pendidikan Karakter

  1. Membentuk siswa yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab
  2. Mengembangkan kemampuan sosial seperti kerja sama, toleransi, dan empati
  3. Menjadikan kunci keberhasilan akademik dan sosial siwa
  4. Membiasakan penerapan nilai-nilai moral sejak dini dengan karakter yang positif

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar mampu menumbuhkan perilaku positif dan keterampilan sosial anak.

Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar

  1. Integrasi ke dalam pembelajaran harian

diterapkan melalui mata pelajaran PKn dan IPS, misalnya dengan menanamkan nilai disiplin, kejujuran, gotong royong, dan tanggung jawab melalui diskusi, dan kegiatan praktik sosial.

  • Pembiasaan Perilaku Positif

Guru menerapkan pembiasaan sederhana, seperti salam, antre, menjaga kebersihan kelas, dan menghormati teman.

Tantangan dan Upaya Penerapan

Perbedaan latar belakang keluarga siswa, pengaruh lingkungan negatif, keterbatasan guru dalam integrasi nilai karakter, dan kurangnya sinergi antara sekolah dan orang tua.

Upaya yang dapat dilakukan

  1. Peningkata kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop
  2. Pembiasaan nilai karakter di sekolah da kelas.
  3. Integrasi Pendidikan karakter dalam semua mata pelajaran di sekolah dasar,

Penerapan pendidikan karakter di sekolah dasar membuktikan bahwa pembelajaran yang terencana dan kontekstual dapat menjadi jembatan untuk membentuk perilaku positif dan akhlak mulia pada siswa. Dengan dukungan kurikulum yang adaptif, PGSD Universitas Alma Ata Yogyakarta sebagai prodi PGSD terbaik di Jogja berkomitmen mencetak calon guru yang kreatif, inovatif, dan kompeten dalam menanamkan pendidikan karakter di SD.

Kata kunci       : Pendidikan karakter, sekolah dasar, nilai moral, peran guru, generasi berakhlak mulia, prodi PGSD terbaik

Authors           : An-Nisa Apriani M,Pd., dan Annisa Febrianti

Sumber Artikel : Berdasrkan Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling, Vol.2 No.3 (2024) “Pentingnya Pendidikan Karakter Pada Anak Sekolah Dasar Sebagai Implementasi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan”