Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan keterampilan abad ke-21 pada siswa. Namun, pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan sering kali membatasi ruang gerak siswa untuk bereksplorasi dan berkreasi. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan model pembelajaran inovatif, salah satunya adalah pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Model ini menjadi materi penting yang dipelajari oleh mahasiswa prodi PGSD sebagai bekal menciptakan pembelajaran bermakna di prodi PGSD terbaik.
Pembelajaran Berbasis Proyek di Sekolah Dasar
Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar melalui pengerjaan suatu proyek nyata. Menurut Wena (2020), model ini mendorong siswa untuk aktif merencanakan, melaksanakan, dan mempresentasikan hasil karya mereka. Proyek yang diberikan biasanya berkaitan dengan permasalahan kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Di tingkat SD, proyek dapat berupa pembuatan poster, karya kerajinan, laporan sederhana, atau media pembelajaran kreatif. Kegiatan ini membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam karena mereka belajar melalui pengalaman langsung.
Pengembangan Kreativitas Siswa
Pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa. Kreativitas terlihat dari kemampuan siswa menghasilkan ide baru, memecahkan masalah, serta menuangkan gagasan dalam bentuk karya. Penelitian Putri dan Hidayat (2022) menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning dapat meningkatkan kreativitas dan keaktifan siswa SD secara signifikan.
Selain itu, siswa menjadi lebih percaya diri karena diberi kesempatan untuk mengekspresikan ide mereka sendiri. Proses kerja kelompok juga melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi antar siswa, yang sangat penting dalam pembelajaran abad ke-21.
Peran Guru dalam Pembelajaran Berbasis Proyek
Dalam pembelajaran berbasis proyek, guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing. Guru bertugas merancang proyek yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, mengarahkan proses kerja siswa, serta memberikan umpan balik secara berkelanjutan. Guru juga perlu memastikan bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan siswa SD.
Kesimpulan
Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas siswa Sekolah Dasar. Melalui proyek, siswa belajar secara aktif, kreatif, dan kolaboratif. Oleh karena itu, model ini sangat relevan untuk diterapkan oleh guru SD serta dipelajari secara mendalam oleh mahasiswa prodi PGSD. sebagai bagian dari kompetensi lulusan unggul di PO PGSD terbaik.
Kata Kunci:Pembelajaran Berbasis Proyek, Kreativitas Siswa, Prodi PGSD, PGSD Terbaik
Author: An-Nisa Apriani, M.Pd., dan Wafin Yusuf Ar-Rasyid
Sumber Artikel:Putri, A. R., & Hidayat, S. (2022). Pengaruh Project Based Learning terhadap kreativitas siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 55–63.