Literasi Membaca
Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa sekolah dasar untuk memahami informasi, mengembangkan pengetahuan, dan mendukung keberhasilan belajar pada semua mata pelajaran. Literasi membaca tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengenal huruf dan kata, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi dari teks bacaan. Rendahnya literasi membaca pada siswa sekolah dasar dapat menghambat perkembangan akademik dan memengaruhi kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran.


Konsep literasi membaca pada anak sekolah dasar
Literasi membaca pada anak sekolah dasar dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi minat baca, motivasi belajar, kemampuan bahasa, serta kesiapan kognitif siswa. Siswa yang memiliki minat baca rendah cenderung kurang antusias dalam kegiatan membaca dan mengalami kesulitan memahami isi bacaan. Faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, sekolah, dan ketersediaan bahan bacaan. Kurangnya dukungan orang tua, minimnya koleksi buku yang sesuai dengan usia anak, serta pembelajaran membaca yang kurang menarik di sekolah dapat memperparah rendahnya literasi membaca siswa. Oleh karena itu, literasi membaca perlu dipahami sebagai kemampuan yang berkembang secara bertahap melalui latihan dan lingkungan yang mendukung.


Media pembelajaran yang dilakukan untuk meningkatkan literasi membaca anak sekolah dasar
Media pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi membaca siswa sekolah dasar. Penggunaan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa dapat menumbuhkan minat baca dan membantu pemahaman teks. Media seperti buku cerita bergambar, big book, kartu kata, komik edukatif, dan media digital interaktif dapat digunakan oleh guru untuk membuat kegiatan membaca lebih menyenangkan. Selain itu, media audio-visual seperti video cerita dan animasi sederhana juga dapat membantu siswa memahami alur cerita dan kosakata baru. Dengan pemanfaatan media pembelajaran yang tepat, siswa tidak hanya membaca secara mekanis, tetapi juga mampu memahami makna bacaan dan mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari.


Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang dilakukan, rendahnya literasi membaca pada siswa sekolah dasar disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Minat baca yang rendah, kurangnya motivasi, serta keterbatasan lingkungan literasi menjadi kendala utama dalam pengembangan kemampuan membaca siswa. Penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik dapat menjadi solusi untuk meningkatkan literasi membaca. Guru PGSD memiliki peran penting dalam merancang pembelajaran membaca yang menyenangkan dan bermakna agar siswa mampu mengembangkan kemampuan literasi secara optimal sejak dini.


Keywords : literasi membaca, media pembelajaran, siswa SD, Prodi PGSD.
Penulis : An-Nisa Apriani,M.Pd dan Eva Khoirunnisa
Sumber gambar : https://share.google/TzOMgtD8aUlwKNqPL
Sumber referensi
Kemendikbud. (2021). Panduan gerakan literasi sekolah di sekolah dasar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.