
Pendahuluan
Era globalisasi membawa pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, khususnya terhadap sikap dan perilaku siswa Sekolah Dasar. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang cepat berpotensi memengaruhi nilai moral dan karakter peserta didik. Oleh karena itu, penanaman nilai karakter menjadi hal penting untuk membentuk kepribadian siswa sejak dini.
Penanaman nilai karakter merupakan proses sistematis dalam membentuk sikap, perilaku, dan kepribadian peserta didik agar memiliki nilai moral, etika, serta tanggung jawab sosial. Pada jenjang Sekolah Dasar, pendidikan karakter berperan sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan globalisasi secara bijak.
Pentingnya Penanaman Nilai Karakter pada Siswa Sekolah Dasar
Di tengah tantangan globalisasi, siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik (hard skill), tetapi juga kecakapan sikap dan nilai (soft skill). Penanaman nilai karakter bertujuan untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab dan disiplin agar siswa mampu menaati aturan serta melaksanakan kewajiban belajar dengan baik. Selain itu, pendidikan karakter juga mengembangkan sikap moral dan sosial, seperti kejujuran, empati, toleransi, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam.
Globalisasi membawa dampak positif sekaligus negatif, seperti munculnya sikap individualisme dan degradasi moral. Oleh karena itu, penanaman nilai karakter berfungsi sebagai filter agar siswa mampu menyaring pengaruh luar secara bijak dan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa.
Implementasi Penanaman Nilai Karakter di Sekolah
Penanaman nilai karakter di Sekolah Dasar tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah. Pembiasaan sikap positif dilakukan melalui kegiatan rutin seperti berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, menjaga kebersihan kelas, antre dengan tertib, serta bersikap sopan kepada guru dan teman. Nilai karakter juga diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran melalui metode yang aktif dan kontekstual, sehingga siswa dapat memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Guru memiliki peran strategis sebagai teladan bagi siswa. Sikap jujur, disiplin, adil, dan peduli yang ditunjukkan guru dalam keseharian menjadi contoh nyata bagi siswa dalam menerapkan nilai karakter.
Peran Kolaboratif dalam Penanaman Nilai Karakter
Keberhasilan penanaman nilai karakter membutuhkan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Orang tua berperan sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga, sekolah memperkuat penanaman nilai secara formal, sedangkan masyarakat menjadi lingkungan sosial yang mendukung pembentukan karakter siswa. Kolaborasi yang baik akan membuat pendidikan karakter berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Penanaman nilai karakter pada siswa Sekolah Dasar di era globalisasi merupakan kebutuhan mendasar dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berkepribadian kuat. Pelaksanaannya dilakukan melalui pembiasaan, integrasi dalam pembelajaran, serta keteladanan guru dengan dukungan orang tua dan masyarakat. Dengan pendidikan karakter yang berkelanjutan, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan nilai moral dan jati diri bangsa.
Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Sekolah Dasar, Globalisasi, Keteladanan Guru, Pembiasaan Nilai.
Author : An-Nisa Apriani S. Pd, M. Pd dan Gilang Prasetya
Sumber Artikel : https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/2402/2094