Pendahuluan
Pendidikan karakter bertujuan membentuk perilaku dan sikap sosial siswa yang bertanggung jawab, toleran, dan peduli terhadap lingkungan dan sesama. Di sekolah dasar, pendidikan karakter sangat krusial karena usia ini merupakan periode awal pembentukan nilai moral yang akan dibawa hingga dewasa. Integrasi kearifan lokal—nilai budaya yang hidup di lingkungan masyarakat—dalam pendidikan karakter menjadi strategi yang efektif karena kontekstual dan dekat dengan pengalaman hidup siswa.
Konsep Kearifan Lokal dan Pendidikan Karakter
Kearifan lokal mencakup nilai-nilai seperti gotong royong, saling menghormati, kejujuran, serta kebiasaan sosial lain yang diwariskan secara turun-temurun di masyarakat. Nilai-nilai ini dapat dipakai sebagai landasan implementasi pendidikan karakter karena sudah terinternalisasi dalam kehidupan sosial keluarga dan masyarakat siswa. Integrasi nilai lokal ke dalam proses pembelajaran membuat penanaman karakter lebih bermakna, relevan, dan mudah dihayati oleh peserta didik.
Strategi Implementasi di Sekolah Dasar
Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dilakukan melalui beberapa pendekatan:
- Integrasi dalam kurikulum dan pembelajaran – nilai budaya lokal ditanamkan melalui mata pelajaran dan pembelajaran tematik yang menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa.
- Kegiatan pembiasaan – kegiatan harian seperti pembiasaan salam, gotong royong membersihkan kelas, dan praktik nilai kejujuran dalam tugas harian.
- Kegiatan budaya – permainan tradisional, cerita rakyat, dan kegiatan adat yang melibatkan siswa secara aktif sehingga nilai sosial seperti kerja sama dan toleransi dapat terinternalisasi melalui pengalaman langsung.
Peran Guru dalam Implementasi
Guru memiliki peran sentral dalam mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal:
- Perencana dan fasilitator pembelajaran yang memadukan nilai budaya dengan tujuan pembelajaran akademik.
- Model perilaku yang menunjukkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi contoh nyata bagi siswa.
- Fasilitator interaksi sosial siswa, mendorong kerja sama, empati, dan keterlibatan sosial dalam kegiatan kelas maupun kegiatan ekstra.
Dampak terhadap Sikap Sosial Siswa
Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan sikap sosial siswa secara signifikan. Siswa menjadi lebih peka terhadap lingkungan, memiliki sikap toleran terhadap perbedaan, serta memiliki kemampuan kerja sama yang lebih baik dalam kelompok. Nilai budaya lokal yang terinternalisasi juga membantu siswa memahami konteks moral dan sosial yang mereka hadapi dalam kehidupan nyata.
Kesimpulan
Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada siswa SD memperkuat sikap sosial yang positif. Integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran dan kegiatan sekolah tidak hanya mendukung pengembangan karakter siswa, tetapi juga melestarikan nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat. Peran guru sebagai perencana, fasilitator, dan teladan sangat dan Nur Aliya Isti’anah penting untuk keberhasilan pendekatan ini.
Keywords: Pendidikan karakter, Kearifan lokal,Sikap sosial ,Sekolah dasar ,Peran guru, Prodi PGSD.
Penulis: An-Nisa Apriani,M.Pd. dan Nur Aliya Isti’anah
Sumber gambar : https://www.educenter.id/inilah-9-cara-belajar-anak-sd-yang-efektif/
Referensi Jurnal
- Badeni & Sri Saparahayuningsih. The Implementation of Local Wisdom-Based Character Education in Elementary School. Journal of Educational Issues (2024).
- Yulia Sri Astuti & Sindi Apriliani. Strengthening Character Education in Elementary School Students through Local Wisdom–Based Traditional Games. Indonesian Journal of Character Education Studies (2025).
- Tri Yuliansyah. Penerapan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (2025)