Era digital ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada tatap muka di kelas, tetapi dapat dilakukan secara fleksibel melalui pemanfaatan perangkat digital, internet, dan berbagai platform pembelajaran. Pada era ini, guru dituntut memiliki literasi digital agar mampu menggunakan teknologi secara efektif dan bijak untuk mendukung proses pembelajaran. Peran guru juga bergeser dari sumber utama informasi menjadi fasilitator yang mendorong siswa aktif, kreatif, dan berpikir kritis sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Memanfaatkan Platform dan Media Digital Secara Kreatif

Pemanfaatan platform pembelajaran digital seperti Google Classroom, YouTube Edu, dan alat desain pembelajaran seperti Canva for Education memberikan ruang bagi calon guru untuk menyajikan materi secara visual dan dinamis. Media seperti video edukatif, kuis online, dan presentasi interaktif mendorong keterlibatan siswa secara lebih intens dibandingkan ceramah tradisional. Penggunaan alat digital juga membantu mahasiswa PGSD memahami dan mempraktikkan metode pembelajaran saintifik, problem-based learning, dan diferensiasi dalam konteks digital.

Merancang Aktivitas Pembelajaran yang Partisipatif

Pembelajaran aktif membutuhkan keterlibatan langsung siswa dalam proses mencari, memproses, dan menyampaikan informasi. Calon guru dapat mengintegrasikan strategi seperti Project-Based Learning (PBL) dan kegiatan kolaboratif yang mendorong siswa untuk bekerja dalam tim menyelesaikan tugas berbasis tantangan nyata. PBL dan model pembelajaran inovatif lainnya terbukti meningkatkan motivasi, kritis berpikir, kreativitas, serta kerja sama antar siswa.

Memahami Karakter Siswa Era Digital

Calon guru perlu memahami karakter peserta didik generasi saat ini, yang sering disebut generasi Alpha, yang cenderung cepat dalam penyampaian informasi dan respons belajar visual. Integrasi elemen multimedia, permainan edukatif, serta konten yang relevan dengan realitas digital dapat membantu siswa tetap fokus dan termotivasi. Walaupun begitu, teknologi harus dijadikan alat bantu pembelajaran, bukan hanya sebagai hiburan semata.

Kesimpulan

Di era digital, pembelajaran mengalami transformasi signifikan yang menuntut calon guru PGSD untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara kreatif, efektif, dan bijak. Pemanfaatan platform dan media digital memungkinkan proses belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan berpusat pada siswa, sekaligus mendorong peningkatan motivasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Perubahan peran guru dari pusat informasi menjadi fasilitator menuntut kemampuan merancang pembelajaran partisipatif, kontekstual, dan kolaboratif sesuai dengan karakter siswa generasi digital. Oleh karena itu, penguasaan literasi digital serta pengembangan profesional berkelanjutan menjadi kunci bagi calon guru PGSD agar mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.

Keywords : Pembelajaran Aktif dan Interaktif, Era Digital, Prodi PGSD, PGSD Terbaik, Abad ke-21

Penulis : An-Nisa Apriani, M.Pd, dan Naila Ilma Kauni

Sumber gambar : https://m_694be9b43b3c8191ab6208405f536c02

Sumber Referensi :

Arsyad, A. (2020). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Daryanto & Karim, S. (2017). Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Gava Media.

Kemendikbud. (2017). Panduan Implementasi Pembelajaran Berbasis Literasi Digital. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Trianto. (2019). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.