Kejenuhan Belajar Siswa SD pada Jam Siang

Kejenuhan belajar merupakan kondisi psikologis yang sering dialami siswa Sekolah Dasar (SD), khususnya pada jam siang. Pada waktu ini, energi fisik dan mental siswa cenderung menurun setelah mengikuti kegiatan pembelajaran sejak pagi. Kejenuhan belajar ditandai dengan menurunnya konsentrasi, kurangnya minat belajar, munculnya rasa bosan, serta perilaku pasif seperti mengantuk atau tidak memperhatikan penjelasan guru. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, maka proses pembelajaran menjadi kurang efektif dan tujuan pembelajaran sulit tercapai secara optimal.

Konsep dan Peran Ice Breaking dalam Pembelajaran

Ice breaking merupakan aktivitas singkat yang dirancang untuk mencairkan suasana belajar, menghilangkan ketegangan, dan mengembalikan fokus siswa. Dalam konteks pembelajaran SD, ice breaking memiliki peran penting sebagai penghubung antara kondisi psikologis siswa dengan materi pembelajaran. Ice breaking dapat berupa permainan sederhana, tepuk semangat, gerak dan lagu, maupun aktivitas humor ringan yang sesuai dengan karakteristik usia siswa. Kegiatan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang mendukung kesiapan belajar siswa.

Implementasi Ice Breaking di Jam Siang

Implementasi ice breaking pada jam siang perlu dilakukan secara terencana dan proporsional. Guru dapat menyisipkan ice breaking di awal pembelajaran untuk membangkitkan semangat belajar, atau di tengah pembelajaran ketika siswa mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan. Ice breaking yang melibatkan gerakan fisik ringan terbukti efektif karena dapat membantu melancarkan peredaran darah dan meningkatkan energi siswa. Selain itu, variasi ice breaking yang disesuaikan dengan materi pelajaran dapat membantu siswa tetap terlibat secara aktif tanpa merasa terbebani.

Dampak Ice Breaking terhadap Motivasi dan Konsentrasi Belajar

Penerapan ice breaking memberikan dampak positif terhadap motivasi dan konsentrasi belajar siswa SD. Siswa menjadi lebih antusias, responsif, dan berani berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Suasana kelas yang lebih menyenangkan juga mendorong interaksi positif antara guru dan siswa. Dengan meningkatnya motivasi dan konsentrasi, siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan sehingga proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan bermakna, terutama pada jam siang yang rawan menimbulkan kejenuhan.

Kesimpulan

Implementasi ice breaking pada siswa SD terutama di jam siang memiliki peran penting dalam mengatasi kejenuhan belajar. Dengan pelaksanaan ice breaking yang tepat, suasana kelas menjadi lebih fun learning dan kondusif, motivasi siswa meningkat, serta kejenuhan atau kebosanan mereka berkurang. Teknik ini efektif karena dapat memulihkan konsentrasi dan antusiasme belajar siswa tanpa memerlukan alat atau persiapan yang rumit. Sebagai strategi pembelajaran, ice breaking layak dijadikan bagian rutin pembelajaran, khususnya pada jam siang yang rawan menurunkan fokus siswa.

Keywords: Ice Breaking, Kejenuhan Belajar, Siswa SD, Motivasi Belajar, Pembelajaran Siang, Prodi PGSD.

Penulis: An-Nisa Apriani,M.Pd. dan Lutfia Afriella

Sumber gambar: https://share.google/images/5Lg662X1Y1d5G1D0C

Sumber Referensi:

  1. Haryati, F. D., & Puspitaningrum, D. (2023). Implementasi ice breaking sebagai pematik motivasi belajar siswa dalam pembelajaran. Jurnal Al-Ilmi: Jurnal Riset Pendidikan Islam, 4(1). https://doi.org/10.47435/al-ilmi.v4i1.2133
  2. Marpaung, D. D., Silaban, I., & Prayuda, M. S. (2025). Pengaruh ice breaking terhadap tingkat konsentrasi belajar siswa di SD Kartika I Medan. Jurnal Pendidikan: Media, Strategi, dan Metode. https://doi.org/10.0905.vol1iss3no07pp128