Peningkatan Motivasi Belajar Anak

Reward merupakan salah satu bentuk penguatan positif yang banyak diterapkan guru sekolah dasar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada tahap perkembangan anak usia SD, rasa dihargai dan mendapatkan apresiasi sangat memengaruhi kemauan mereka untuk mencoba hal baru, fokus pada tugas, dan mempertahankan perilaku belajar yang baik. Reward sederhana seperti pujian, stiker bintang, atau kesempatan memilih aktivitas sering kali mampu menumbuhkan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Pemahaman mengenai fungsi reward ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran di Prodi PGSD Universitas Alma Ata, di mana mahasiswa diperkenalkan pada konsep penguatan positif sebagai strategi dasar dalam manajemen kelas.

Risiko Ketergantungan terhadap Reward

Namun, penggunaan reward yang tidak terkontrol dapat menimbulkan risiko ketergantungan. Anak dapat terbiasa mengaitkan belajar dengan hadiah sehingga motivasi mereka menjadi semu dan tidak bertahan lama. Ketika hadiah tidak lagi diberikan, beberapa anak cenderung kehilangan semangat belajar. Dampak ini dapat melemahkan motivasi intrinsik yang sebenarnya lebih penting dalam jangka panjang. Oleh karena itu, calon guru dari prodi PGSD perlu memahami bahwa reward bukan satu-satunya alat untuk meningkatkan motivasi. Pembelajaran harus tetap diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran, rasa ingin tahu, dan minat belajar dari dalam diri anak.

Strategi Guru dalam Mengelola Reward

Agar reward tetap mendidik dan tidak menimbulkan ketergantungan, guru SD harus bisa mengombinasikan reward dengan pembiasaan belajar yang mandiri. Reward nonmaterial seperti kata pujian, penguatan verbal terhadap usaha, maupun kesempatan menjadi pemimpin kelas dapat menjadi alternatif yang lebih sehat daripada hadiah fisik. Di Prodi PGSD Universitas Alma Ata, mahasiswa dilatih merancang strategi apresiasi yang seimbang dan proporsional, termasuk memilih momen yang tepat untuk memberikan reward. Pendekatan ini membantu calon guru memahami bahwa apresiasi terbaik adalah yang menekankan proses dan usaha, bukan semata-mata hasil akhir.

Penerapan Reward dalam Pembelajaran Sekolah Dasar

Dalam praktik pembelajaran, guru dapat menerapkan reward melalui berbagai cara, seperti papan apresiasi, penilaian proses, atau pengakuan usaha secara terbuka. Strategi ini memungkinkan anak merasa dihargai tanpa harus bergantung pada hadiah. Selain itu, reward dapat disesuaikan dengan karakter kelas, misalnya memberikan tambahan waktu bermain untuk kelas yang menunjukkan disiplin, atau memberikan “bintang keberanian” bagi siswa yang berani menyampaikan pendapat. Model penerapan seperti ini sering dibahas dalam kegiatan microteaching mahasiswa prodi PGSD, sehingga mereka siap menerapkannya di sekolah dasar dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab.

Kesimpulan

Reward berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak, tetapi perlu diatur secara hati-hati agar tidak menimbulkan ketergantungan. Guru SD harus mampu menyeimbangkan pemberian reward dengan pembentukan motivasi intrinsik. Prodi PGSD Universitas Alma Ata berkomitmen membekali calon guru dengan kompetensi pedagogis yang relevan, sehingga mereka dapat menerapkan reward secara efektif, mendidik, dan sesuai kebutuhan perkembangan siswa.

Kata kunci: Reward, motivasi belajar, ketergantungan, sekolah dasar, prodi PGSD, prodi PGSD terbaik, Prodi PGSD Universitas Alma Ata.

Author : Nurul Hikmah

Sumber Artikel: https://doi.org/10.51878/elementary.v5i3.6867

Sumber Gambar : https://www.freepik.com/pikaso/explore/7yAKtJALGd