Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru SD untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai gaya belajar dan kecepatan pemahaman siswa. Podcast edukasi dan video pendek menjadi media yang efektif untuk mendukung diferensiasi konten maupun proses. Guru dapat menyediakan podcast bagi siswa auditori serta video ringkas bagi siswa visual. Media ini memungkinkan siswa mengulang materi sesuai kebutuhan sehingga tidak ada yang tertinggal. Dalam blended learning, podcast maupun video juga dapat diberikan sebagai pra-pembelajaran di rumah untuk mendukung fleksibilitas Kurikulum Merdeka.

Membangun Kemandirian dan Keterampilan Digital Siswa

Pemanfaatan media digital sederhana seperti podcast dan video membantu meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas rendah. Ketika mengakses tautan materi, siswa mulai belajar mengatur waktu, menentukan tempo belajarnya, serta memanfaatkan fitur pause, rewind, dan replay. Guru PGSD dapat melihat bahwa siswa yang menggunakan media ini secara aktif lebih mandiri, tidak selalu mengandalkan penjelasan berulang, dan dapat mengenali bagian materi yang belum mereka pahami. Proses ini mendukung tumbuhnya Profil Pelajar Pancasila yang Mandiri sekaligus meningkatkan literasi digital sejak dini.

Menciptakan Lingkungan Belajar yang Fun dan Adaptif

Penggunaan video dan podcast mengubah cara siswa memahami materi. Konsep IPA atau IPS yang bersifat abstrak dapat divisualisasikan melalui animasi atau dijelaskan dengan narasi yang lebih santai. Siswa merasa materi lebih menarik karena dikemas melalui media yang sering mereka gunakan sehari-hari. Selain itu, ketika siswa telah memahami dasar materi melalui media digital, waktu tatap muka dapat difokuskan pada diskusi, proyek, atau aktivitas pemecahan masalah (HOTS). Hal ini membuat pembelajaran di kelas lebih aktif, kooperatif, dan tidak monoton.

Manfaat Podcast dalam Pelatihan Calon Guru PGSD

Integrasi media digital juga menjadi bagian penting dalam pendidikan calon guru. Prodi PGSD Universitas Alma Ata memasukkan praktik pembuatan podcast dan video pembelajaran ke dalam mata kuliah Metodologi Pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memahami bahwa materi harus dikemas sesuai kebutuhan dan preferensi siswa. Calon guru dibekali keterampilan menjadi kreator konten edukatif sehingga mampu menerapkan diferensiasi secara langsung melalui modul ajar digital yang berkelanjutan dan relevan dengan karakteristik anak SD.

Kesimpulan

Podcast dan video pendek merupakan strategi sederhana namun berdampak besar dalam mendukung diferensiasi serta meningkatkan kemandirian belajar siswa SD. Guru perlu memanfaatkan media ini untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif dan efisien. Prodi PGSD Universitas Alma Ata berkomitmen mencetak calon guru yang mampu merancang solusi pembelajaran digital inovatif dan sesuai perkembangan psikologis siswa sekolah dasar.

Kata kunci: podcast edukasi, diferensiasi pembelajaran, minat belajar, siswa SD, PGSD Universitas Alma Ata
Author: Anisa Fitriyani, An-nisa Apriani M.Pd

Sumber Artikel :https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/10744/3837

Sumber Gambar :https://ibb.co.com/M4c4fY2