PjBL Digital sebagai Pendekatan Pembelajaran Modern

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) Digital merupakan salah satu pendekatan modern yang efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa sekolah dasar. Dengan memadukan proyek nyata dan pemanfaatan teknologi digital, model ini membantu siswa belajar dengan lebih aktif, kolaboratif, dan inovatif. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan di era digital, di mana siswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menciptakan solusi kreatif melalui produk digital yang bermakna.

Pemanfaatan Media Digital untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa

PjBL Digital memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan proyek dengan dukungan berbagai aplikasi dan media digital, seperti poster digital, video edukasi, atau eksperimen IPA berbasis simulasi online. Keterlibatan aktif dalam proses inilah yang membuat kreativitas siswa berkembang, karena mereka terdorong untuk menghasilkan karya dengan ide dan imajinasi mereka sendiri.

Implementasi PjBL Digital dalam Mata Kuliah Tematik di Universitas Alma Ata

Menariknya, pendekatan ini juga diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di Universitas Alma Ata, khususnya pada mata kuliah Tematik dan IPA Lanjut. Pada mata kuliah Tematik, mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan teknologi. Mahasiswa tidak hanya menyusun RPP, tetapi juga membuat media digital seperti e-modul tematik, video pembelajaran interaktif, hingga proyek tematik yang dapat digunakan untuk siswa SD. Melalui proses ini, mahasiswa belajar langsung bagaimana merancang pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan abad 21.

Proyek IPA Digital dalam Mata Kuliah IPA Lanjut

Sementara pada mata kuliah IPA Lanjut, mahasiswa dilatih untuk membuat proyek ilmiah sederhana yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran IPA di SD. Contohnya adalah membuat video eksperimen sains, simulasi fenomena alam dengan aplikasi digital, atau proyek penelitian mini yang melibatkan pengamatan lingkungan. Dengan mengerjakan proyek berbasis digital, mahasiswa PGSD mampu mengembangkan kompetensi ilmiah, literasi digital, dan kreativitas

Relevansi Pengalaman Mahasiswa Terhadap Penerapan PjBL di Sekolah Dasar

Pengalaman mahasiswa dalam kedua mata kuliah tersebut sangat relevan dengan implementasi PjBL Digital di SD. Mahasiswa terbiasa menyusun langkah-langkah proyek, menentukan alat digital yang sesuai, hingga menyusun rubrik penilaian yang menilai aspek kreativitas siswa, seperti keaslian ide, proses pengerjaan, dan kemampuan mempresentasikan hasil. Hal ini membekali mahasiswa agar siap menerapkan PjBL Digital ketika terjun ke sekolah saat PPL maupun mengajar setelah lulus.

Tantangan dan Pengembangan Kreativitas Mahasiswa dalam Pembelajaran Digital

Selain itu, kreativitas juga tumbuh ketika mahasiswa harus mencari solusi terhadap kendala pembelajaran digital, seperti penggunaan aplikasi yang tepat, pengelolaan waktu proyek, dan cara memfasilitasi siswa agar tetap aktif. Semua pengalaman memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mendesain pembelajaran kreatif yang berpusat pada siswa.

PjBL Digital sebagai Model Pembelajaran Masa Depan

Secara keseluruhan, Pembelajaran Berbasis Proyek Digital merupakan pendekatan yang tidak hanya efektif untuk siswa SD, tetapi juga menjadi sarana penting bagi mahasiswa Universitas Alma Ata dalam mengembangkan kompetensi mengajar. Melalui kegiatan mata kuliah, mahasiswa belajar menjadi pendidik kreatif dan inovatif yang siap menghadapi tuntutan pendidikan modern.

Kata kunci: Prodi PGSD, Pembelajaran Berbasis Proyek, Universitas Alma Ata, Model Pembelajaran Inovatif

Author : An-Nisa Apriani, M.Pd dan Ana Laily Salsabiila

Sumber Artikel  : https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/24403?utm_source=chatgpt.com

Sumber Gambar : https://pin.it/60x7QXj9s