
Pengertian Perilaku Bullying
Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan melibatkan ketidak seimbangan kekuatan, baik secara fisik, verbal, emosional, maupun sosial. Pada tingkat sekolah dasar, perilaku bullying sering muncul karena anak masih belajar memahami emosi, empati, dan cara berinteraksi yang benar. Jika tidak dicegah, bullying dapat mengganggu perkembangan psikologis, menurunkan rasa percaya diri, dan menghambat proses belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh warga sekolah, terutama guru dan teman sebaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Peran Guru dalam Mencegah Bullying
Guru memiliki pengaruh besar dalam membentuk iklim kelas yang positif. Guru harus menetapkan aturan kelas yang jelas, menegakkan disiplin secara konsisten, dan memberikan teladan sikap saling menghargai. Pengawasan yang dilakukan guru dapat membantu mendeteksi tanda-tanda awal bullying seperti perubahan perilaku atau ketakutan pada siswa tertentu.
Selain itu, guru perlu mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Nilai empati, toleransi, kerja sama, dan kepedulian dapat ditanamkan melalui diskusi kelompok, permainan edukatif, ataupun kegiatan proyek. Guru juga berperan sebagai mediator ketika terjadi konflik antarsiswa, memastikan penyelesaian dilakukan secara damai, serta memberikan bimbingan lanjutan kepada korban maupun pelaku agar perubahan perilaku dapat berlangsung berkelanjutan.
Peran Teman Sebaya dalam Mencegah Bullying
Teman sebaya merupakan pihak yang paling sering berinteraksi dengan siswa di sekolah dasar, sehingga memiliki peran penting dalam pencegahan bullying. Teman sebaya dapat memberikan dukungan emosional kepada korban, melaporkan kejadian kepada guru, serta membantu menciptakan norma kelompok yang menolak bullying.
Program seperti peer support, sahabat peduli, atau duta anti-bullying dapat diterapkan di sekolah untuk memperkuat peran ini. Melalui kegiatan kolaboratif seperti permainan kelompok atau kerja sama dalam tugas kelas, hubungan antarsiswa menjadi lebih positif dan risiko bullying dapat diminimalkan. Sikap saling menjaga, saling mengingatkan, dan menegur teman ketika ada perilaku negatif turut membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Tantangan dalam Pencegahan Bullying
Pencegahan bullying tidak terlepas dari berbagai hambatan, seperti kurangnya keberanian siswa untuk melapor, tidak meratanya pengawasan di luar kelas, serta rendahnya kesadaran orang tua mengenai dampak bullying. Guru juga sering memiliki keterbatasan waktu dalam mengawasi seluruh siswa, sehingga beberapa perilaku bullying terjadi secara tersembunyi.
Strategi Penguatan Peran Guru dan Teman Sebaya
Strategi yang dapat dilakukan sekolah antara lain:
- Mengintegrasikan nilai anti-bullying dalam seluruh pelajaran.
- Mengadakan kegiatan kolaboratif untuk membangun hubungan positif.
- Mengembangkan program peer support yang berjalan rutin.
- Memberikan pelatihan guru terkait deteksi dini bullying.
- Menjalin komunikasi aktif dengan orang tua mengenai perilaku siswa.
Kesimpulan
Guru dan teman sebaya memiliki peran berkelanjutan dalam mencegah bullying di sekolah dasar. Guru menciptakan sistem pembelajaran dan lingkungan yang aman, sementara teman sebaya memperkuat budaya positif melalui interaksi sehari-hari. Kolaborasi keduanya sangat penting untuk menciptakan sekolah yang ramah anak, aman, dan mendukung perkembangan siswa secara optimal.
Kata Kunci: Bullying; Sekolah Dasar; Peran Guru; Teman Sebaya; Pencegahan Bullying; Pendidikan Karakter; Lingkungan Sekolah Aman; prodi PGSD terbaik.
Author: An-Nisa Apriani, M.Pd, Dini Tri Wahyuni, Siti Fitri Nur Aliyah
Sumber Artikel: https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/4204
Sumber Gambar: https://herminahospitals.com/en/articles/bahaya-bullying-terhadap-kesehatan-mental-anak.html