Pendahuluan

Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang sangat penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Pada tahap ini, anak berada pada masa perkembangan awal yang masih sangat mudah menerima, meniru, dan membiasakan nilai, sikap, serta perilaku dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila sejak sekolah dasar menjadi landasan utama dalam membentuk kepribadian siswa yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin pesat, nilai-nilai Pancasila menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya di dunia pendidikan. Munculnya perilaku individualisme, menurunnya sikap toleransi, serta berkurangnya kepedulian sosial menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian serius. Pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada penguasaan kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga harus diarahkan pada pembentukan karakter siswa melalui penginternalisasian nilai-nilai Pancasila secara terintegrasi dan berkelanjutan dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Hakikat Nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan Sekolah Dasar

Nilai-nilai Pancasila terdiri atas nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam konteks pendidikan sekolah dasar, nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam membentuk sikap dan perilaku siswa agar tumbuh menjadi individu yang beriman dan bertakwa, berakhlak baik, menghargai sesama, cinta tanah air, serta mampu bekerja sama dan bertanggung jawab. Pendidikan berbasis Pancasila bertujuan untuk mengembangkan keseimbangan antara aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa secara utuh.

Implementasi Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan

Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa di sekolah dasar dapat diimplementasikan melalui kegiatan pembiasaan, seperti berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, menanamkan rasa syukur, serta menghormati perbedaan agama di lingkungan sekolah. Sementara itu, nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab diwujudkan melalui pembelajaran yang menanamkan sikap sopan santun, saling menghargai, empati, dan kepedulian terhadap teman. Guru juga memiliki peran penting dalam mencegah dan menangani perilaku perundungan dengan menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini.

Implementasi Nilai Persatuan dan Kerakyatan

Nilai Persatuan Indonesia dapat ditanamkan melalui kegiatan upacara bendera, menyanyikan lagu nasional, serta pembelajaran tematik yang mengenalkan keberagaman budaya Indonesia. Melalui kerja kelompok, siswa diajarkan untuk bekerja sama tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun kemampuan. Selanjutnya, nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan diimplementasikan melalui diskusi sederhana, musyawarah kelas, serta pemberian kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab.

Implementasi Nilai Keadilan Sosial

Nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia diwujudkan melalui perlakuan yang adil terhadap seluruh siswa. Guru memberikan kesempatan belajar yang sama, menghargai perbedaan kemampuan, serta menerapkan aturan kelas secara konsisten dan tidak diskriminatif. Kegiatan berbagi, kerja bakti, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai keadilan sosial.

Kesimpulan

Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran di sekolah dasar merupakan upaya fundamental dalam membentuk karakter siswa sejak dini. Melalui integrasi nilai Pancasila dalam pembelajaran dan budaya sekolah, siswa diharapkan mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter Pancasila dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kata kunci : Nilai-nilai pancasila, pembelajaran, sekolah Dasar, prodi PGSD terbaik

Author : Ibu An-Nisa Apriyani M.Pd. dan Azizah Salma Khairiyyah

Sumber gambar : https://www.google.com/search?q=penerapan+nilai+pancasila+di+sd&tbm=isch

Sumber Artikel : https://ejournal.itka.ac.id/index.php/primer/article/view/270/245