
Fenomena Anak Sekolah Dasar yang Kehilangan Keceri
Sekolah dasar seharusnya menjadi ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan penuh keceriaan bagi anak-anak. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak sedikit siswa SD yang tampak murung, mudah cemas, menarik diri, bahkan kehilangan semangat belajar. Tekanan akademik, tuntutan prestasi, kurangnya perhatian terhadap kondisi emosional, serta minimnya ruang ekspresi perasaan menjadi beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak tidak lagi menikmati masa belajarnya. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena kesejahteraan emosional merupakan fondasi utama bagi perkembangan belajar dan kepribadian anak.
Kesejahteraan Emosional dalam Pendidikan Dasar
Kesejahteraan emosional merujuk pada kemampuan anak untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat. Anak yang sejahtera secara emosional cenderung memiliki rasa aman, percaya diri, mampu berinteraksi positif, serta lebih siap menerima pembelajaran. Sebaliknya, anak yang mengalami tekanan emosional berisiko mengalami kesulitan belajar, masalah perilaku, dan penurunan motivasi. Oleh karena itu, pendidikan di sekolah dasar tidak cukup hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga harus memberi perhatian serius pada perkembangan emosional siswa.
Pendidikan Berbasis Kesejahteraan Emosional
Pendidikan berbasis kesejahteraan emosional menempatkan perasaan, kebutuhan psikologis, dan hubungan sosial anak sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping yang peka terhadap kondisi emosional siswa. Pendekatan ini dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang ramah anak, komunikasi yang empatik, pemberian ruang refleksi, serta penanaman nilai-nilai seperti empati, rasa hormat, kebahagiaan, dan tanggung jawab.
Peran Guru dan Sekolah
Guru memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim pembelajaran yang mendukung kesejahteraan emosional. Sikap guru yang hangat, adil, dan terbuka dapat menjadi faktor pelindung bagi anak. Selain itu, sekolah perlu merancang kebijakan dan program yang mendukung kesehatan mental siswa, seperti kegiatan sosial-emosional, permainan kolaboratif, serta pembelajaran berbasis nilai.
Kesimpulan
Keceriaan anak SD bukan sekadar pelengkap suasana belajar, melainkan indikator penting dari kesejahteraan emosional mereka. Pendidikan berbasis kesejahteraan emosional menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan anak tumbuh sebagai individu yang sehat secara mental, sosial, dan akademik.
Kata kunci: Pendidikan Kesejahteraan Emosional, Sekolah Dasar, Kesehatan Mental Anak, Pembelajaran Humanis, Prodi PGSD Terbaik.
Author : An-Nisa Apriani, M.Pd, Anis Kurillah
Sumber Artikel : https://www.unicef.org/indonesia/id/kesehatan-mental
Gambar Terkait Artikel : https://share.google/images/2xxAi9lDbJLXqh1XM