Guru Kelas sebagai Tokoh Kunci dalam Pembentukan Disiplin
Pengembangan karakter disiplin pada anak-anak sekolah dasar tidak hanya bergantung pada aturan dan kebijakan sekolah, tetapi sangat ditentukan oleh peran sentral guru kelas. Guru adalah individu yang setiap hari berinteraksi langsung dengan siswa sehingga menjadi figur utama yang diamati, ditiru, dan dijadikan contoh. Penelitian di SD Negeri Tegalontar 03 menunjukkan bahwa perilaku disiplin siswa—mulai dari mengikuti upacara dengan tertib, mengenakan seragam sesuai ketentuan, menyelesaikan tugas tepat waktu, hingga menjaga kebersihan ruang kelas—tidak muncul begitu saja, tetapi terbentuk melalui proses pembiasaan serta bimbingan terus-menerus dari guru kelas. Perilaku guru, seperti datang tepat waktu, berpenampilan rapi, bersikap santun, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab menjadi cerminan nyata yang mendorong siswa untuk menumbuhkan sikap disiplin secara alami.
Tiga Strategi Utama Guru dalam Membangun Disiplin
Berdasarkan hasil penelitian Yayuk Setyaningrum dan rekan-rekannya (2020), terdapat tiga strategi kontrol perilaku yang biasa diterapkan guru kelas dalam membentuk karakter disiplin, yaitu:
- Kontrol Internal (Teladan Perilaku Guru)
Strategi ini dilakukan dengan menunjukkan contoh yang baik secara konsisten. Guru hadir tepat waktu, berbicara dengan bahasa yang sopan, serta menjaga penampilan yang rapi. Siswa sekolah dasar memiliki kecenderungan kuat untuk meniru perilaku yang mereka lihat setiap hari, sehingga keteladanan guru memiliki pengaruh besar. Melalui tindakan nyata, guru tidak hanya menuntut siswa untuk disiplin, tetapi menunjukkan bahwa disiplin adalah kebiasaan yang semestinya dijalankan secara sadar. - Kontrol Eksternal (Penguatan, Peringatan, dan Pengawasan)
Strategi ini diwujudkan melalui pemberian peringatan saat siswa melanggar aturan, memberikan pujian atau penghargaan bagi perilaku disiplin, serta melakukan pengawasan terhadap kebersihan diri, kerapian seragam, dan penyelesaian tugas. Penguatan positif menumbuhkan rasa dihargai pada siswa, sementara peringatan yang bersifat mendidik membantu mereka memahami batasan serta tanggung jawab yang harus dipenuhi. - Kontrol Kooperatif (Kontrak Belajar Bersama)
Guru dan siswa menyusun kontrak belajar yang memuat aturan, tata tertib, dan konsekuensi jika dilanggar. Keterlibatan siswa dalam menentukan aturan membantu mereka merasa lebih bertanggung jawab dan bersedia mematuhi kesepakatan bersama. Pendekatan ini menciptakan suasana kelas yang kondusif dan penuh rasa saling menghargai.
Peranan Guru sebagai Pembimbing dan Motivator
Selain mengatur perilaku, guru kelas juga berperan sebagai pembimbing dan motivator. Guru memberikan nasihat, mengingatkan siswa secara personal, serta menanamkan pemahaman mengenai pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan emosional antara guru dan siswa menjadi faktor penting dalam menciptakan penerapan disiplin yang hangat dan efektif. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh perhatian dan dorongan lebih mampu mengembangkan disiplin diri secara mandiri.
Tantangan dan Pentingnya Sinergi
Meski demikian, beberapa kendala tetap ditemukan, seperti guru yang terkadang tidak konsisten, kurangnya dukungan orang tua, pengaruh lingkungan sosial, hingga pembelajaran yang kurang efektif. Oleh karena itu, pembentukan disiplin memerlukan sinergi antara guru, orang tua, dan sekolah. Dengan kolaborasi yang baik, siswa dapat tumbuh menjadi individu yang teratur, bertanggung jawab, dan mampu mengelola diri dalam berbagai situasi.
Kata Kunci: Guru Kelas, Disiplin, Karakter, Sekolah Dasar, Pembiasaan, Prodi PGSD, PGSD terbaik UAA
Author: An-Nisa Apriani, M.Pd dan Bayu Steven
Sumber Artikel: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIPPG/article/view/29752/17022