Nomophobia: Ketakutan Anak SD Saat Jauh dari Smartphone

Pendahuluan
Saat ini smartphone menjadi benda yang sering digunakan oleh anak-anak, termasuk siswa Sekolah Dasar (SD). Smartphone digunakan untuk bermain game, menonton video, belajar online, dan berkomunikasi dengan keluarga maupun teman. Kemajuan teknologi membuat anak-anak semakin mudah menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, penggunaan smartphone yang terlalu sering dapat menyebabkan anak sulit terlepas dari gadget tersebut. Banyak anak merasa cemas, sedih, atau marah ketika smartphone diambil atau tidak dapat digunakan. Kondisi ini disebut nomophobia, yaitu rasa takut atau gelisah saat jauh dari smartphone.
Nomophobia mulai banyak terjadi pada anak-anak karena mereka terlalu sering menggunakan smartphone tanpa batas waktu yang jelas. Oleh karena itu, penggunaan smartphone perlu diperhatikan agar tidak mengganggu perkembangan dan kegiatan belajar anak.
Penggunaan Smartphone pada Anak SD
Smartphone sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi anak SD. Anak dapat mencari informasi pelajaran, menonton video edukasi, dan mengikuti pembelajaran daring melalui smartphone. Teknologi juga membantu anak memperoleh pengetahuan dengan lebih mudah dan cepat.
Namun, banyak anak menggunakan smartphone terlalu lama untuk bermain game atau menonton hiburan. Akibatnya, anak menjadi kurang tertarik membaca buku, belajar, atau bermain bersama teman di luar rumah.
Selain itu, beberapa anak juga sulit berkonsentrasi saat belajar karena selalu ingin membuka smartphone. Bahkan, ada anak yang merasa tidak tenang jika smartphone tidak berada di dekatnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan.
Dampak Nomophobia pada Anak SD
Nomophobia dapat memberikan dampak negatif bagi anak SD. Salah satu dampaknya adalah menurunnya konsentrasi belajar. Anak menjadi mudah terganggu dan sulit fokus saat mengikuti pelajaran di kelas.
Selain itu, penggunaan smartphone yang terlalu lama juga dapat membuat anak malas bergerak dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Anak lebih memilih bermain smartphone dibandingkan bermain bersama teman-temannya.
Penggunaan smartphone hingga larut malam juga dapat mengganggu waktu tidur anak. Jika anak kurang tidur, tubuh menjadi mudah lelah dan anak menjadi kurang semangat belajar di sekolah.Walaupun demikian, smartphone tetap dapat memberikan manfaat apabila digunakan dengan bijak dan sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, anak perlu belajar mengatur waktu penggunaan smartphone agar tidak berlebihan.
Kesimpulan
Nomophobia adalah rasa takut atau cemas saat jauh dari smartphone. Fenomena ini banyak terjadi pada anak SD karena penggunaan smartphone yang terlalu sering.Penggunaan smartphone secara berlebihan dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan aktivitas sehari-hari anak. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dari orang tua dan guru agar anak dapat menggunakan smartphone dengan baik dan seimbang.
Kata Kunci: Nomophobia, Smartphone, Anak SD, Teknologi Digital, Konsentrasi Belajar.
Author: An- Nisa Apriani, M.Pd dan Anjani Nur Pangestuti
Sumber Artikel:https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/20643/15505
Sumber Gambar: https://share.google/uJR8an25y6ItFJObK