Pendahuluan

Sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan dasar siswa, salah satunya literasi membaca. Literasi membaca tidak hanya mengenal huruf dan membaca kata, tetapi juga memahami isi bacaan, menafsirkan informasi, serta memanfaatkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini menjadi dasar keberhasilan siswa dalam mempelajari berbagai mata Pelajaran.

Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang memiliki minat baca rendah sehingga prestasi belajar kurang optimal. Siswa yang jarang membaca cenderung kesulitan memahami soal, lambat menangkap materi, dan kurang percaya diri saat belajar. Oleh karena itu, peningkatan literasi membaca sangat penting untuk mendukung prestasi belajar siswa.

Konsep Literasi Membaca dan Prestasi Belajar

Literasi membaca adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi yang diperoleh melalui kegiatan membaca. Dalam konteks pendidikan dasar, literasi membaca mencakup kemampuan membaca lancar, memahami isi teks, menemukan ide pokok, dan menyimpulkan informasi sederhana.

Prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Prestasi belajar dapat dilihat melalui nilai akademik, kemampuan memahami materi, maupun perkembangan keterampilan siswa. Literasi membaca memiliki hubungan erat dengan prestasi belajar karena hampir seluruh kegiatan belajar di sekolah membutuhkan kemampuan membaca yang baik.

Pengaruh Literasi Membaca terhadap Prestasi Belajar

Siswa yang memiliki kemampuan literasi membaca baik cenderung lebih mudah memahami materi pelajaran. Mereka mampu menangkap informasi dari buku teks, mengerjakan soal dengan tepat, serta memiliki kosakata yang lebih luas. Kemampuan membaca yang baik juga membantu siswa berpikir kritis dan menyusun jawaban secara runtut.

Sebaliknya, siswa dengan kemampuan membaca rendah sering mengalami hambatan dalam belajar. Mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami materi dan cenderung kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kondisi ini dapat memengaruhi hasil belajar pada berbagai mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, IPA, IPS, maupun Matematika.

Peran Guru dan Sekolah dalam Meningkatkan Literasi Membaca

Guru memiliki peran besar dalam menumbuhkan budaya membaca di sekolah dasar. Guru dapat membiasakan kegiatan membaca sebelum pelajaran dimulai, menyediakan bahan bacaan menarik, serta memberikan tugas yang mendorong siswa untuk membaca. Selain itu, sekolah dapat mendukung melalui penyediaan perpustakaan yang nyaman dan program literasi sekolah.

Lingkungan keluarga juga berpengaruh terhadap perkembangan literasi membaca siswa. Dukungan orang tua melalui kebiasaan membaca di rumah akan membantu siswa lebih mencintai kegiatan membaca sejak usia dini.

Kesimpulan

Implementasi model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa sekolah dasar. Model ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui keterlibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran. Keberhasilan penerapan model pembelajaran inkuiri sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam merancang dan memfasilitasi kegiatan pembelajaran yang sesuai.

Keywords: Literasi membaca, Prestasi belajar, Sekolah dasar, Minat baca, PGSD.

Penulis: An-Nisa Apriani, M.Pd. dan Riya Hutami Nur Fatimah

Sumber Gambar :

https://2.bp.blogspot.com/-p_M5x-RNcAY/WmbpXP1orMI/AAAAAAAAPAc/DZXp5FAQdFYEAnSlNGrjAgghzztLHM0_wCLcBGAs/s1600/pahlawan_buku.gif

Referensi :

Lau, J. J., Gaina, F., Bolang, N., Alunat, N. F., Maro, S. C., Mas’ud, F., & Dwiputra, R. (2025). Pengaruh literasi membaca terhadap prestasi belajar siswa di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4).

Gomes, A. N., Istiningsih, S., & Nurwahidah. (2024). Literasi membaca dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV sekolah dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 10(2), 497–502.