Krisis Karakter dan Maraknya Perundungan
Salah satu masalah paling mendesak adalah meningkatnya laporan kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar. Di usia yang seharusnya menjadi masa pembentukan karakter, banyak siswa justru terpapar konten negatif dari media sosial yang kemudian dipraktikkan di sekolah. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam pengawasan dan penanaman nilai etika yang belum optimal antara lingkungan rumah dan sekolah.
Beban Administratif yang Menghambat Kreativitas Guru
Meskipun konsep kurikulum baru mendorong kemerdekaan belajar, banyak guru SD mengeluhkan beban administrasi yang tetap tinggi. Waktu yang seharusnya digunakan guru untuk merancang pembelajaran interaktif dan melakukan pendekatan personal kepada siswa, seringkali habis untuk mengisi laporan-laporan digital dan teknis. Hal ini berisiko membuat pembelajaran kembali menjadi mekanistis dan kehilangan “ruh” pedagogisnya.
Kesenjangan Literasi Digital
Transisi menuju pendidikan berbasis teknologi mengungkapkan jurang yang lebar antara sekolah di perkotaan dan perdesaan. Banyak SD di daerah tertinggal yang masih kesulitan akses internet stabil dan perangkat komputer yang memadai. Akibatnya, alih-alih meratakan kualitas pendidikan, digitalisasi berpotensi memperlebar ketimpangan kompetensi antar siswa di berbagai wilayah.
Mencari Solusi Berkelanjutan
Mengatasi permasalahan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan pada guru agama atau guru kelas, melainkan harus menjadi ekosistem yang melibatkan orang tua secara aktif. Di sisi lain, pemerintah perlu mengevaluasi penyederhanaan sistem administrasi agar guru dapat kembali fokus pada tugas utamanya: mendidik dan menginspirasi.
Kata Kunci: Pendidikan Dasar, Krisis Karakter, Prodi PGSD Terbaik, PGSD Universitas Alma Ata
Author: Nurul Fauziah dan An-Nisa Apriani, M.Pd
Daftar Pustaka
Suharsono, A. (2023). Analisis Permasalahan Pendidikan Dasar di Indonesia dalam Era Disrupsi. Jurnal Kajian Kebijakan Pendidikan, 12(3), 312-325.
DOI: https://doi.org/10.21831/jkp.v12i3.4567 URL: https://journal.uny.ac.id/index.php/jkp/article/view/4567