{"id":914,"date":"2026-03-26T09:10:27","date_gmt":"2026-03-26T09:10:27","guid":{"rendered":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/?p=914"},"modified":"2026-03-26T09:11:24","modified_gmt":"2026-03-26T09:11:24","slug":"krisis-keteladanan-tantangan-guru-dalam-membentuk-karakter-siswa-sd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/2026\/03\/26\/krisis-keteladanan-tantangan-guru-dalam-membentuk-karakter-siswa-sd\/","title":{"rendered":"krisis Keteladanan: Tantangan Guru Dalam Membentuk Karakter Siswa Sd"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-cover\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"850\" height=\"567\" class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-915\" alt=\"\" src=\"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1000764758.jpg\" data-object-fit=\"cover\" srcset=\"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1000764758.jpg 850w, https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/1000764758-480x320.jpg 480w\" sizes=\"auto, (min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 850px, 100vw\" \/><span aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-cover__background has-background-dim\"><\/span><div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-text-align-center has-large-font-size\"><\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Krisis Keteladanan dalam Dunia Pendidikan Dasar<br>Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian siswa sejak usia dini, khususnya di jenjang sekolah dasar (SD). Pada tahap ini, siswa berada dalam fase meniru dan mencontoh perilaku orang dewasa di sekitarnya, terutama guru. Namun, kondisi saat ini menunjukkan adanya fenomena krisis keteladanan yang menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan.<br>Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan bagi siswa. Segala sikap, perilaku, dan ucapan guru akan menjadi contoh yang ditiru oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Ketika keteladanan ini mulai berkurang, maka proses pembentukan karakter siswa juga ikut terhambat.<br>Peran Guru dalam Membentuk Karakter Siswa<br>Guru memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter. Tidak hanya menyampaikan materi, guru juga bertanggung jawab dalam membentuk nilai-nilai moral dan sosial siswa.<br>Beberapa peran penting guru dalam pembentukan karakter antara lain:<br>Menjadi contoh dalam bersikap disiplin dan bertanggung jawab<br>Menunjukkan sikap jujur, sopan, dan menghargai orang lain<br>Membimbing siswa dalam berperilaku baik di lingkungan sekolah<br>Memberikan penguatan positif terhadap perilaku baik siswa<br>Keteladanan yang konsisten akan lebih efektif dibandingkan sekadar nasihat atau perintah. Siswa cenderung meniru apa yang mereka lihat secara langsung.<br>Faktor Penyebab Krisis Keteladanan<br>Krisis keteladanan tidak terjadi tanpa sebab. Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:<br>Beban kerja guru yang tinggi, sehingga fokus pada pembentukan karakter berkurang<br>Tuntutan administrasi yang menyita waktu dan energi guru<br>Kurangnya penguatan nilai etika profesi guru<br>Pengaruh lingkungan dan media digital, yang menghadirkan banyak figur teladan alternatif bagi siswa<br>Selain itu, kurangnya sinergi antara sekolah dan keluarga juga memperparah kondisi ini. Nilai-nilai yang diajarkan di sekolah tidak selalu didukung di rumah.<br>Dampak Krisis Keteladanan terhadap Siswa<br>Krisis keteladanan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan siswa, di antaranya:<br>Menurunnya sikap disiplin dan tanggung jawab<br>Kurangnya rasa hormat terhadap guru dan orang lain<br>Meningkatnya perilaku menyimpang di lingkungan sekolah<br>Lemahnya pembentukan karakter moral siswa<br>Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka tujuan pendidikan untuk menciptakan generasi yang berkarakter akan sulit tercapai.<br>Upaya Mengatasi Krisis Keteladanan<br>Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan langkah-langkah yang tepat dan berkelanjutan, seperti:<br>Meningkatkan profesionalisme guru melalui pelatihan karakter dan etika<br>Membangun budaya sekolah yang positif dan kondusif<br>Memberikan teladan secara konsisten dalam keseharian<br>Memperkuat kerja sama antara guru dan orang tua<br>Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran<br>Dengan langkah tersebut, guru dapat kembali menjalankan perannya sebagai figur teladan yang efektif bagi siswa.<br>Kesimpulan<br>Krisis keteladanan merupakan tantangan nyata dalam dunia pendidikan dasar yang berdampak langsung pada pembentukan karakter siswa. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memiliki peran penting dalam memberikan contoh yang baik bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan upaya bersama untuk memperkuat kembali nilai keteladanan dalam lingkungan pendidikan. Dengan keteladanan yang baik, siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga secara moral dan sosial.<br>Kata Kunci : Prodi PGSD Terbaik; Keteladanan Guru; Pendidikan Karakter; Siswa SD; Etika Profesi; Pembelajaran.<br>Author : An-Nisa Apriani, M.Pd, Haifa \u2018Inayatun \u2018Azizah<br>Sumber Artikel :<br>https:\/\/ejournal.sthd-jateng.ac.id\/index.php\/WidyaAksara\/article\/view\/207<br>Sumber Gambar:<br>https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhsFZqKOkeHHBQtLp8uE9xUQ1aimL6dekzl6D2wgGwrOqkNRnpr7S6-Fhap7jdT8jY9gQXsH_smnYRSX9Fq8rj_fEuuaODas1_JWecukKLcr_Fzp0a8u-HO9DC2Xia6hiR4eRFM0LOfADi3jjFg6X0qfX8pN7mqAdstmeBM8n8FhA7QjwT3bMdzhPd_JQ\/s850\/kisah-perjuangan-guru-di-kukar-temukan-metode-mengajar-efektif-saat-pandemi-covid19-arr.jpg<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Krisis Keteladanan dalam Dunia Pendidikan DasarPendidikan karakter merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian siswa sejak usia dini, khususnya di jenjang sekolah dasar (SD). Pada tahap ini, siswa berada dalam fase meniru dan mencontoh perilaku orang dewasa di sekitarnya, terutama guru. Namun, kondisi saat ini menunjukkan adanya fenomena krisis keteladanan yang menjadi tantangan serius dalam dunia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-914","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=914"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":917,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/914\/revisions\/917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}