{"id":327,"date":"2025-11-23T13:00:39","date_gmt":"2025-11-23T13:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/?p=327"},"modified":"2025-11-27T04:15:36","modified_gmt":"2025-11-27T04:15:36","slug":"penerapan-model-i-lvep-sebagai-upaya-mewujudkan-profil-pelajar-pancasila-pada-siswa-sd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/2025\/11\/23\/penerapan-model-i-lvep-sebagai-upaya-mewujudkan-profil-pelajar-pancasila-pada-siswa-sd\/","title":{"rendered":"Penerapan Model I-LVEP sebagai Upaya Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila pada Siswa SD"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Pendidikan Nilai<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan nilai menjadi fokus penting dalam <em>Kurikulum Merdeka<\/em>, karena pembelajaran tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk akhlak, sikap, dan nilai kehidupan. Salah satu model yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah <em>I-LVEP (Islamic Living Values Education Program).<\/em> Di PGSD Alma Ata, pendekatan ini digunakan untuk mempersiapkan calon guru yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter Islami dan profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Model <em>I-LVEP<\/em> diperkenalkan melalui mata kuliah seperti <em>Pembelajaran IPA Lanjut<\/em> sehingga mahasiswa memiliki pengalaman menerapkannya dalam konteks pembelajaran di SD. Pendekatan ini menjadi ciri khas PGSD Alma Ata dalam membangun calon guru yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna berlandaskan nilai spiritual dan moral Islam. <em>I-LVEP<\/em> sendiri merupakan pengembangan konsep LVEP yang diperkaya nilai-nilai Islam dari Al-Qur\u2019an dan Hadis.<\/p>\n\n\n\n<p>Model ini tidak hanya menekankan nilai universal seperti cinta, kejujuran, kerjasama, tanggung jawab, dan toleransi, tetapi juga mengaitkannya dengan prinsip syariat sehingga peserta didik terbentuk menjadi pribadi bermoral dan <em>berakhlak mulia<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><a><\/a><strong>Sintak I-LVEP<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Ayo Memahami Nilai<br>Guru mengenalkan nilai melalui cerita, gambar, ayat Al-Qur\u2019an, atau fenomena nyata sehingga siswa memahami makna dasarnya dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.<\/li>\n\n\n\n<li>Ayo Membayangkan Nilai<br>Siswa membayangkan situasi nyata terkait nilai melalui skenario yang diberikan guru untuk menumbuhkan empati dan imajinasi moral.<\/li>\n\n\n\n<li>Ayo Diskusi tentang Nilai<br>Guru memfasilitasi diskusi untuk menggali pemahaman lebih dalam. Siswa bertukar pendapat, menganalisis perilaku, dan menyimpulkan hikmah dari nilai.<\/li>\n\n\n\n<li>Ayo Berkreasi tentang Nilai<br>Siswa mengekspresikan pemahaman nilai melalui karya kreatif seperti poster, cerita pendek, drama, atau puisi.<\/li>\n\n\n\n<li>Ayo Mengeksplorasi Nilai<br>Siswa menerapkan nilai melalui kegiatan nyata seperti proyek kebaikan atau observasi, lalu merefleksikan hasilnya untuk memperkuat pembiasaan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Integrasi I-LVEP dalam Konteks Pendidikan SD<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>I-LVEP dapat diterapkan dalam pembelajaran tematik maupun bidang studi melalui <em>eksplorasi<\/em>, <em>diskusi moral<\/em>, <em>refleksi<\/em>, dan <em>praktik nyata<\/em>. Pendekatan ini menekankan pengalaman langsung sehingga nilai tidak hanya dipahami, tetapi juga dirasakan dan diterapkan. Model ini membantu siswa mengaitkan sains, sosial budaya, dan nilai keagamaan secara bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keterkaitan I-LVEP dengan Profil Pelajar Pancasila<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Melalui proses pembelajaran berbasis nilai,<em> I-LVEP<\/em> mendukung terbentuknya dimensi utama Profil Pelajar Pancasila, terutama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia<\/li>\n\n\n\n<li>Mandiri<\/li>\n\n\n\n<li>Bernalar kritis<\/li>\n\n\n\n<li>Bergotong royong<\/li>\n\n\n\n<li>Berkebhinekaan global<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Dengan demikian, I-LVEP sejalan dengan arah pendidikan nasional sekaligus memperkuat identitas siswa sebagai muslim dan warga negara Indonesia.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><a><\/a><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Penerapan I-LVEP menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembelajaran berbasis karakter di sekolah dasar. Dengan mengintegrasikan nilai Islam dan living values, peserta didik tidak hanya memahami konsep moral, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. Prodi PGSD Alma Ata, sebagai salah satu <em>PGSD terbaik<\/em> yang mengadopsi <em>model I-LVEP<\/em> di lingkungan kampus pendidikan, berkomitmen melahirkan calon guru SD yang berkarakter, berakhlak, dan siap mendukung terwujudnya <em>Profil Pelajar Pancasila<\/em> di era abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kata kunci:<\/strong> Prodi PGSD, Prodi PGSD terbaik, Model I-LVEP, Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka<\/p>\n\n\n\n<p>Author : An-Nisa Apriani, M.Pd, Dwi Istiharoh, dan Silvia Salsabila<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Artikel:<strong>&nbsp; <\/strong>Apriani, A., &amp; Sari, I. P. (2024). <em>Model Pembelajaran Islamic-Living Values: An Educational Program (I-LVEP) Berbasis STEM<\/em>. KENCANA.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Gambar: <a href=\"https:\/\/pin.it\/Pl336UnUn\">https:\/\/pin.it\/Pl336UnUn<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan Nilai Pendidikan nilai menjadi fokus penting dalam Kurikulum Merdeka, karena pembelajaran tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk akhlak, sikap, dan nilai kehidupan. Salah satu model yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah I-LVEP (Islamic Living Values Education Program). Di PGSD Alma Ata, pendekatan ini digunakan untuk mempersiapkan calon guru yang unggul secara akademik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":328,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":329,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/327\/revisions\/329"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/328"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}