{"id":235,"date":"2025-11-06T09:04:00","date_gmt":"2025-11-06T09:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/?p=235"},"modified":"2025-11-06T13:58:51","modified_gmt":"2025-11-06T13:58:51","slug":"__trashed-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/2025\/11\/06\/__trashed-2\/","title":{"rendered":"Integrasi Living Values Education Program (LVEP) dalam Pendekatan Deep Learning di Sekolah Dasar"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendidikan Karakter<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan fase penting dalam membentuk dasar kepribadian seorang anak. Pada tahap ini, peserta didik tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mulai memahami cara berinteraksi, menghormati sesama, serta mengenal nilai moral dalam kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan di sekolah dasar sebaiknya tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga berfokus pada penguatan karakter agar peserta didik memiliki akhlak dan kesadaran sosial yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Program Pendidikan Nilai-Nilai Hidup (LVEP )<\/font><\/font><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Salah satu pendekatan yang relevan dan efektif dalam membangun karakter siswa adalah <\/font><\/font><em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Living Values \u200b\u200bEducation Program<\/font><\/font><\/em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> (LVEP <\/font><\/font><strong><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">)<\/font><\/font><\/strong><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> . LVEP merupakan program pendidikan nilai yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami dan menghayati nilai kehidupan secara langsung melalui berbagai kegiatan seperti refleksi, permainan edukatif, diskusi, dan kerja kolaboratif. Program ini menekankan 12 nilai universal, yaitu kedamaian, penghargaan, cinta, toleransi, kebahagiaan, tanggung jawab, kerja sama, kerendahan hati, kejujuran, kesederhanaan, kebebasan, dan persatuan. Implementasi LVEP tidak hanya mengajarkan definisi nilai, tetapi membantu siswa menumbuhkan kesadaran internal sehingga nilai tersebut menjadi bagian dari diri mereka dalam bertindak dan berpikir.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Integrasi LVEP dalam Pendekatan <em>Deep Learning<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Integrasi LVEP menjadi semakin bermakna ketika dihubungkan dengan pendekatan <em>deep learning.<\/em> Pendekatan ini menekankan pemahaman konsep secara mendalam melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan reflektif. Dengan deep learning, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi diajak berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menghubungkan pengetahuan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan tujuan LVEP, yaitu membentuk peserta didik yang mampu memahami, merasakan, dan mengamalkan nilai kehidupan secara sadar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penerapan Nilai-nilai LVEP di PGSD<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penerapan Nilai-nilai LVEP tidak hanya diterapkan di sekolah dasar, tetapi juga di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Alma Ata Yogyakarta. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi guru yang mampu mengajar dengan baik, tetapi juga diajak untuk menjadi pendidik yang meneladankan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan perkuliahan dan praktik mengajar, mahasiswa dilatih untuk menggabungkan prinsip-prinsip LVEP dengan pendekatan <em>deep learning<\/em> dalam merancang pembelajaran di sekolah dasar. Cara ini membantu mereka mengembangkan kemampuan profesional sekaligus membentuk karakter sebagai calon guru yang berjiwa pendidik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Integrasi <\/font><\/font><em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Living Values \u200b\u200bEducation Program<\/font><\/font><\/em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> (LVEP) dengan pendekatan <\/font><\/font><em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">deep learning<\/font><\/font><\/em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> menjadi dasar penting terciptanya pembelajaran yang holistik dan bermakna. LVEP menanamkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan, sedangkan <\/font><\/font><em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">deep learning<\/font><\/font><\/em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> membantu peserta didik memahami serta menerapkannya secara reflektif dan kontekstual. Melalui Penerapan di sekolah dasar, dan penguatan pada pendidikan calon guru, memungkinkan sinergi LVEP dan <\/font><\/font><em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">deep learning<\/font><\/font><\/em><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> membentuk pendidik dan peserta didik yang berkarakter serta mampu menerapkan nilai-nilai kehidupan dalam proses belajar.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><strong><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\">Kata kunci:<\/font><\/font><\/strong><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit;\"> LVEP, <em>deep learning<\/em>  dan sekolah dasar.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n\n\n<p>Author : An-Nisa Apriani, M.Pd, Ira Dwi Rahmandani, dan Sharavinna Putri Rosalind<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Artikel : <a href=\"https:\/\/share.google\/aV0yCOBXFXDQz5UU0\">https:\/\/share.google\/aV0yCOBXFXDQz5UU0<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Gambar : <a href=\"https:\/\/www.freepik.com\/pikaso\/explore\/N3zc86D9QR\">https:\/\/www.freepik.com\/pikaso\/explore\/N3zc86D9QR<\/a>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <a href=\"https:\/\/share.google\/XjzYvEbmGTfLZArkG\">https:\/\/share.google\/XjzYvEbmGTfLZArkG<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan Karakter Pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan fase penting dalam membentuk dasar kepribadian seorang anak. Pada tahap ini, peserta didik tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mulai memahami cara berinteraksi, menghormati sesama, serta mengenal nilai moral dalam kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan di sekolah dasar sebaiknya tidak hanya berorientasi pada capaian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":246,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-235","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=235"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":272,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235\/revisions\/272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}