{"id":1379,"date":"2026-06-09T05:37:02","date_gmt":"2026-06-09T05:37:02","guid":{"rendered":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/?p=1379"},"modified":"2026-06-09T05:37:03","modified_gmt":"2026-06-09T05:37:03","slug":"pemanfaatan-chatgpt-sebagai-asisten-guru-dalam-penyusunan-perangkat-pembelajaran-sekolah-dasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/2026\/06\/09\/pemanfaatan-chatgpt-sebagai-asisten-guru-dalam-penyusunan-perangkat-pembelajaran-sekolah-dasar\/","title":{"rendered":"Pemanfaatan ChatGPT sebagai Asisten Guru dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran Sekolah Dasar"},"content":{"rendered":"\n<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence\/AI) telah membawa perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Salah satu teknologi AI yang banyak digunakan saat ini adalah ChatGPT. Dalam konteks pendidikan dasar, ChatGPT dapat dimanfaatkan sebagai asisten guru untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran seperti modul ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, asesmen, dan media pembelajaran. Artikel ini bertujuan mengkaji pemanfaatan ChatGPT sebagai asisten guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran di sekolah dasar.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Peran ChatGPT dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran<\/p>\n\n\n\n<p>ChatGPT dapat membantu guru dalam berbagai aspek penyusunan perangkat pembelajaran. Guru dapat memberikan perintah (prompt) tertentu untuk menghasilkan tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, materi ajar, hingga soal evaluasi sesuai dengan capaian pembelajaran yang diinginkan. Selain itu, ChatGPT mampu menyajikan berbagai alternatif metode dan strategi pembelajaran yang menarik bagi siswa sekolah dasar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <\/strong>Manfaat Penggunaan ChatGPT bagi Guru Sekolah Dasar<\/p>\n\n\n\n<p>Pemanfaatan ChatGPT memberikan beberapa manfaat, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghemat waktu dalam menyusun perangkat pembelajaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu guru memperoleh ide kreatif dalam merancang aktivitas belajar.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung penerapan pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada peserta didik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>3. Tantangan dalam Pemanfaatan ChatGPT<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penggunaan yang berlebihan dapat mengurangi kreativitas guru dalam merancang pembelajaran secara mandiri. Keterbatasan akses teknologi dan kemampuan literasi digital juga menjadi hambatan bagi sebagian guru sekolah dasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, ChatGPT sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti peran guru. Guru tetap memiliki tanggung jawab utama dalam menentukan tujuan pembelajaran, memilih metode yang sesuai, serta memastikan perangkat pembelajaran relevan dengan kebutuhan siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>4. Implikasi bagi Pendidikan Dasar<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan ChatGPT dalam pendidikan dasar dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, guru dapat lebih fokus pada proses pembelajaran dan pendampingan siswa. Integrasi AI dalam pendidikan juga dapat mendorong peningkatan kompetensi digital guru yang menjadi salah satu tuntutan pendidikan abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>ChatGPT memiliki potensi besar sebagai asisten guru dalam penyusunan perangkat pembelajaran sekolah dasar. Teknologi ini mampu membantu guru menyusun modul ajar, bahan ajar, asesmen, dan berbagai perangkat pembelajaran lainnya secara lebih cepat dan efisien. Namun, penggunaannya harus disertai dengan kemampuan literasi digital serta proses validasi oleh guru agar kualitas pembelajaran tetap terjaga. Dengan pemanfaatan yang tepat, ChatGPT dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung transformasi pendidikan di era digital.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keywords : <\/strong>Pemanfaatan AI\/ChatGPT, Prodi PGSD, PGSD Terbaik, Sekolah Dasar<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penulis : <\/strong>An-Nisa Apriani, M.Pd, dan Naila Ilma Kauni<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber gambar : <\/strong>Dokumentasi penulis (Ilustrasi AI \u2013 OpenAI)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Referensi :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hanis, M., &amp; Wahyudin, D. (2024). <em>Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Asesmen Pembelajaran Bagi Guru Sekolah Dasar<\/em>. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Peikos, G., &amp; Stavrou, D. (2025). <em>ChatGPT for Science Lesson Planning: An Exploratory Study Based on Pedagogical Content Knowledge<\/em>. Education Sciences.<\/p>\n\n\n\n<p>Puspita, A. M. I., dkk. (2025). <em>Integrasi Design Thinking dan ChatGPT dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran Abad 21 Berbasis Etnopedagogi Kritis bagi Calon Guru Sekolah Dasar<\/em>. Jurnal Penelitian PGSD.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence\/AI) telah membawa perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Salah satu teknologi AI yang banyak digunakan saat ini adalah ChatGPT. Dalam konteks pendidikan dasar, ChatGPT dapat dimanfaatkan sebagai asisten guru untuk membantu menyusun perangkat pembelajaran seperti modul ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, asesmen, dan media pembelajaran. Artikel ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1380,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1379"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1381,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1379\/revisions\/1381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}