{"id":1334,"date":"2026-05-25T12:23:55","date_gmt":"2026-05-25T12:23:55","guid":{"rendered":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/?p=1334"},"modified":"2026-05-25T12:23:55","modified_gmt":"2026-05-25T12:23:55","slug":"pentingnya-literasi-digital-bagi-siswa-sekolah-dasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/2026\/05\/25\/pentingnya-literasi-digital-bagi-siswa-sekolah-dasar\/","title":{"rendered":"Pentingnya Literasi Digital bagi Siswa Sekolah Dasar"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"780\" height=\"437\" src=\"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/image-17.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1335\" style=\"width:729px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/image-17.png 780w, https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/image-17-480x269.png 480w\" sizes=\"auto, (min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 780px, 100vw\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Perkembangan teknologi membuat penggunaan internet semakin dekat dengan kehidupan siswa sekolah dasar. Anak-anak kini dapat mengakses informasi dengan mudah melalui gawai dan media sosial. Oleh karena itu, literasi digital menjadi keterampilan penting agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak dan aman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Literasi Digital<\/h2>\n\n\n\n<p>Literasi digital adalah kemampuan seseorang dalam memahami, menggunakan, dan menilai informasi dari media digital. Literasi digital tidak hanya tentang menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami dampak positif dan negatif dari internet.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Literasi Digital bagi Siswa<\/h2>\n\n\n\n<p>Literasi digital memiliki banyak manfaat bagi siswa sekolah dasar. Pertama, siswa dapat memperoleh informasi dan materi pembelajaran dengan cepat. Kedua, siswa menjadi lebih kreatif dalam membuat tugas menggunakan teknologi. Selain itu, literasi digital membantu siswa memahami etika dalam menggunakan media sosial dan internet.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Meningkatkan Literasi Digital<\/h2>\n\n\n\n<p>Peningkatan literasi digital dapat dilakukan melalui bimbingan guru dan orang tua. Guru dapat mengenalkan penggunaan internet yang aman di sekolah, sedangkan orang tua dapat mengawasi penggunaan gawai di rumah. Selain itu, siswa perlu diajarkan untuk memilah informasi yang benar agar tidak mudah percaya pada berita palsu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Literasi digital sangat penting bagi siswa sekolah dasar di era modern. Dengan kemampuan literasi digital yang baik, siswa dapat menggunakan teknologi untuk belajar, berkreasi, dan berkomunikasi secara positif. Kerja sama antara sekolah dan keluarga diperlukan agar siswa mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kata Kunci:<\/strong> literasi digital, siswa sekolah dasar, teknologi pendidikan, internet aman<\/p>\n\n\n\n<p>Author : Dini Tri Wahyuni dan An Nisa Apriani M.Pd<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber Gambar : <a href=\"https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcTLoLUhSEMV91d_Wg7ny1dCaUk9CKyunmPj_g&amp;s\">https:\/\/encrypted-tbn0.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcTLoLUhSEMV91d_Wg7ny1dCaUk9CKyunmPj_g&amp;s<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber Referensi:<\/strong><br><a href=\"https:\/\/kemdikdasmen.go.id\/?utm_source=chatgpt.com\">Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi membuat penggunaan internet semakin dekat dengan kehidupan siswa sekolah dasar. Anak-anak kini dapat mengakses informasi dengan mudah melalui gawai dan media sosial. Oleh karena itu, literasi digital menjadi keterampilan penting agar siswa mampu menggunakan teknologi secara bijak dan aman. Pengertian Literasi Digital Literasi digital adalah kemampuan seseorang dalam memahami, menggunakan, dan menilai informasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1334","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1334"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1334\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1336,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1334\/revisions\/1336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}